MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-11-22 22:40 WIB

Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

<p>Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat<p>

VALORAnews - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Padang, membentuk Perlindungan...

Personel Kodim Agam Ungkap Penyelewengan DO Pupuk Bersubsidi

AI Mangindo Kayo | Minggu, 22-10-2017 | 19:56 WIB | 218 klik | Kab. Agam
<p>Personel Kodim Agam Ungkap Penyelewengan DO Pupuk Bersubsidi<p>

Seorang kuli bongkar muat, bersama pupuk bersubsidi yang diduga diselewengkan wilayah edarnya yang berhasil diungkap Kodim 0304/Agam, Sabtu (21/10/2017) di Pasar Lasi, Nagari Lasi, Kecamatan Candung, Agam. (humas)

VALORAnews - Personel Kodim 0304/Agam mengamankan satu unit truk bermuatan 20 ton pupuk bersubsidi di Pasar Lasi, Nagari Lasi, Kecamatan Candung, Agam, Sabtu (21/10/2017). Truk colt diesel dengan nomor polisi (Nopol) BA 8496 LU itu diamankan sekitar pukul 16.15 WIB.

"Truk roda enam ini diduga menyelewengkan DO pupuk untuk wilayah Koto Gadang, Malalak dan Matur ke Nagari Lasi ini," ungkap Kapenrem 032/Wbr, Mayor (Arm) Hasran Harahap dalam siaran pers yang diterima Minggu (22/10/2017).

Dikatakan, sopir truk ini bernama Dayat. Pada saat diamankan, ada beberapa orang tenaga angkut seperti Erianto, M Nur, Yunisman dan Amril. Dari keterangan kuli angkat ini, diketahui informasi pemilik pupuk tersebut yakni Iskandar yang beralamatkan di Nagari Lasi, Kecamatan Canduang.


"Pupuk ini telah sempat dibongkar sebanyak 10 ton di gudang milik Iskandar. Sisanya, dibawa ke Kodim 0304/Agam untuk dijadikan barang bukti penyelewengan peruntukan DO," terang Mayor Hasran. "Penyelewengan ini mengakibatkan terjadinya kelangkaan pupuk di daerah peruntukannya," tambah dia.

Saat penangkapan itu, terang dia, sopir berhasil melarikan diri dan meninggalkan barang bukti berupa mobil dan pupuk tersebut. "Begitu dilakukan penggrebekan, pemilik pupuk juga melarikan diri sampai saat ini belum ditemukan," terangnya.

Dikatakan Mayor Hasran, dugaan penyalahgunaan pupuk bersubsidi ini telah dikoordinasikan dengan Polres Bukittinggi untuk penyelidikan lebih lanjut. (vri)

Komentar