MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2017-11-24 18:02 WIB

Penerbit Buku Rumahkayu Rilis Literatur Indonesia

<p>Penerbit Buku Rumahkayu Rilis Literatur Indonesia<p>

VALORAnews - Penerbit Buku Rumahkayu, merilis Literatur Indonesia (LINI), Kamis (23/11/2017) di Gubuk Coffee, Jembatan Kalawi, Kelurahan Kalumbuk,...

Empat Sekolah di Solsel Ikuti LSS Tingkat Provinsi

AI Mangindo Kayo | Senin, 23-10-2017 | 23:21 WIB | 211 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Empat Sekolah di Solsel Ikuti LSS Tingkat Provinsi<p>

Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman disambut dengan pengalungan bunga pada Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Sumatera Barat di SMA 7 Solok Selatan, Senin (23/10/2017).(humas)

VALORAnews - Empat sekolah wakili Kabupaten Solok Selatan, pada Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2017.

SMA 7 Solok Selatan mewakili tingkat SMA/MA sederajat. MTsN Lubuk Malako mewakili tingkat SMP/MTs sederajat, SD Yayasan KSI Sungai Kunit mewakili tingkat SD/MI sederajat dan TK Al Irsyad Koto Baru mewakili tingkat TK.

Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman saat kunjungan penilaian LSS bersama tim penilai dari provinsi, Senin (23/10/2017) di SMA 7 Solok Selatan mengatakan, inilah buah dari hasil penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalan sehari-hari.


"Keempat sekolah ini komit dan menjalankan dengan sempurna kepada seluruh peserta didiknya. Hingga menjadi terbaik dan mewakili Solok Selatan pada tingkat provinsi," katanya.

Menurutnya, pemilihan sekolah ini tentu telah melalui proses dan tahap penyaringan yang tidak sederhana. Melainkan, banyak indikator dan tahap yang harus dilalui.

"Program sekolah sehat ini sedini mungkin diterapkan disemua sekolah. Dilakukan secara terpadu, terencana dan terkoordinir dalam rangka mewujudkan Kabupaten Solok selatan yang Sejahtera dan Religius," tuturnya.

Dia mengatakan, SMA 7 ini merupakan sekolahBoarding Schoolpertama di Solok Selatan, ini perlu diapresiasi dan menjadi sebagai sekolah yang betul-betul bersih.

"Ini memang seperti ini sejak dulu, bukan hanya karena ikut lomba saja, Jika masuk sekolah ini rasanya memang nyaman dan menyejukkan," ujar dia.

Ketua Tim Penilai LSS Tingkat Provinsi Sumbar, Liza Jalinus menjelaskan, penilaian tidak hanya semata-mata kondisi fisik sekolah. Namun, budaya hidup sehat telah menyatu dengan aktifitas sekolah.

"Indikator penilaian, ruang kerja kepala sekolah, guru, kelas, rumah ibadah dan tempat penampungan sampah. Sikap dan perilaku anak didik, tempat pembinaan UKS," jelasnya.

Sementara, Kepala SMA 7 Solok Selatan, Akmalu Rijal mengaku, sejak dini siswa di sekolahnya selalu ditanamkan budaya hidup bersih dan sehat dengan terus menjaga lingkungan sekolah.

"Seluruh komponen sekolah sudah menyadari pentingnya hidup bersih dan sehat di sekolah ini, kami berharap budaya hidup bersih ini tertanam dalam perilaku siswa kami," harapnya. (dky)

Komentar