MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-11-22 22:40 WIB

Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

<p>Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat<p>

VALORAnews - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Padang, membentuk Perlindungan...

Perantau Duku Tarusan Ringankan Beban Korban Kebakaran

AI Mangindo Kayo | Selasa, 31-10-2017 | 10:05 WIB | 164 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Perantau Duku Tarusan Ringankan Beban Korban Kebakaran<p>

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Muhayatul menyalurkan bantuan perantau Pessel untuk korban kebakaran di Jorong Koto Lua, Kenagarian Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (30/10/2017). (istimewa)

VALORAnews - Musibah kebakaran yang melanda keluarga miskin di Koto Lua, Kenagarian Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Ahad (29/10/2017) sore, memantik keprihatinan berbagai kalangan.

Malahan, perantau Duku yang berdomisili di Padang langsung melakukan gerakan spontan demi meringankan beban korban. Muhayatul, salah seorang perantau Duku langsung menghubungi para dermawan untuk memberikan bantuan pada korban.

"Kita langsung mengumpulkan pakaian layak pakai pada para perantau. Alhamdulillah, hal ini mendapat respon positif, terutama oleh bapak dr Hadril dan donatur lainnya. Pada pagi itu juga, langsung kita antar ke rumah korban," ujar Muhayatul yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Senin (30/10/2017).


Muhayatul berharap, kepedulian semua pihak untuk meringankan para korban. Dia juga meminta pada Pemkab Pesisir Selatan untuk menyediakan mobil pemadam kebakaran pada setiap kecamatan di Pessel.

"Pesisir Selatan yang memanjang dari Utara ke Selatan membutuhkan jarak tempuh panjang. Jika mobil pemadam terkonsentrasi pada satu titik tentu butuh waktu lama untuk sampai ke lokasi kebakaran," ujar Muhayatul yang juga alumni SMPN 4 Koto XI Tarusan.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Muhayatul juga didampingi pengurus Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Walinagari Duku Utara, Widoyo yang juga Alumni SMPN 4 Koto XI Tarusan dan beberapa guru SMPN 4 Koto XI Tarusan.

"Salah seorang anak korban merupakan siswa SMPN 4 Koto XI Tarusan," ujar Zusrizal Tan, salah seorang guru yang ikut mendampingi Muhayatul.

Saat kejadian, api dengan cepat menghanguskan rumah ukuran lebih kurang 8x14 meter milik pasangan Hasan Basri (68) dan Arnis (49).

Dari keterangan Lukman (55), salah seorang saksi mata mengatakan kronologis kejadian, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Lukman yang saat itu mengaku sedang makan di dapur rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian peristiwa (TKP) melihat asap yang disertai api di perabung (les plang) rumah korban.

Kemudian, saksi meminta tolong sambil berteriak ada api ada api. Kemudian warga sekitar berdatangan ke TKP terus berupaya memadamkan api. "Karena atap rumah dari rumbio, maka api cepat membakar isi rumah tersebut," ujarnya.

Barang yang terbakar di antaranya, satu unit sepeda motor SupraX 125. Tempat tidur dan kasur yang ada dalam kedua kamar tersebut. Dalam peristiwa tersebut kerugian diperkirakan Rp60 juta.

Komentar