MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2017-12-16 18:53 WIB

Gubernur Sumbar Luncurkan Gerakan NES

<p>Gubernur Sumbar Luncurkan Gerakan NES<p>

VALORAnews -- Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menghadiri peluncuran Pengembangan Kawasan Inklusi Keuangan Terpadu melalui Gerakan Nagari Elok...

Seminar P2TP2A di Solsel

Korban Kekerasan Seksual, Nevi: Gratis Visum di Semua RSUD di Sumbar

AI Mangindo Kayo | Jumat, 03-11-2017 | 06:38 WIB | 213 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Korban Kekerasan Seksual, Nevi: Gratis Visum di Semua RSUD di Sumbar<p>

Ketua P2TP2A Sumatera Barat, Hj Nevi Zuraina foto bersama dengan peserta seminar peningkatan SDM P2TP2A Solsel di Aula Tangsi Ampek kantor bupati Solok Selatan, Selasa (31/10/2017). (humas)

VALORAnews - Demi meningkatkan kualitas pelayanan dan pendampingan bagi korban tindak kekerasan di Solok Selatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPP&PA) Kabupaten Solok Selatan, gelar seminar peningkatan SDM di Aula Tangsi Ampek Kantor Bupati Solok Selatan, Selasa (31/10/2017).

Seminar peningkatan SDM ini ditujukan bagi para pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Solok Selatan, Pekerja Sosial dab pihak-pihak yang concern dalam masalah perlindungan perempuan dan anak.

Sangat banyak kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak yang tidak terungkap ke permukaan. Baik itu tindak kekerasan fisik, psikis, mental maupun seksual.


"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini ibarat gunung es, hanya sedikit yang terlihat tapi sangat banyak di dasarnya," ungkap Ketua P2TP2A Sumatera Barat, Hj Nevi Zuraina dalam eksposenya pada kegiatan tersebut.

Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai keahlian dan pendekatan agar masyarakat bisa lebih terbuka dalam mengungkapkan tindak kekerasan yang dialaminya.

"Sosialisasi kepada masyarakat juga harus lebih digencarkan agar masyarakat sadar dan memiliki keberanian melaporkan segala macam tindak kekerasan yang mereka alami," lanjutnya.

Dia juga menyebutkan bahwa bagi perempuan yang mengalami tindak kekerasan seksual, bisa melakukan visum secara gratis di semua RSUD di Sumatera Barat.

"Segera lapor jika ada RSUD yang menolak atau memungut biaya kepada korban tindak kekerasan seksual, biar kami tindak," tegas Nevi.

Sementara, Kepala DPPKBPP&PA Solok Selatan, Lora Ayahanda Putri menyatakan, saat ini Solok Selatan belum masuk kategori Kabupaten Layak Anak.

"Dengan keterbatasan anggaran kita harus bergandengan tangan dan bekerja keras untuk bisa menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Layak Anak," harapnya

Dia juga menyebutkan bahwa sampai bulan Oktober 2017 ini sudah tercatat ada 75 kasus, 58 kasus kekerasan pada perempuan dan 17 kasus kekerasan pada anak.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang diwakili Asisten I Drs. Fidel Efendi mengamini keinginan Solsel jadi Kabupaten Layak Anak. "Kita dari Pemkab akan dukung dengan berbagai upaya baik itu preventif, kuratif, maupun rehabilatatif," katanya. (rls)

Komentar