MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2017-11-24 18:02 WIB

Penerbit Buku Rumahkayu Rilis Literatur Indonesia

<p>Penerbit Buku Rumahkayu Rilis Literatur Indonesia<p>

VALORAnews - Penerbit Buku Rumahkayu, merilis Literatur Indonesia (LINI), Kamis (23/11/2017) di Gubuk Coffee, Jembatan Kalawi, Kelurahan Kalumbuk,...

Kendaraan Umum Tak Ada, AKP Mazwanda: Pelajar Dapat Dispensasi Razia di Jam Sekolah

AI Mangindo Kayo | Jumat, 03-11-2017 | 06:44 WIB | 601 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Kendaraan Umum Tak Ada, AKP Mazwanda: Pelajar Dapat Dispensasi Razia di Jam Sekolah<p>

Kapolres Solok Selatan, AKBP M Nurdin melakukan pemasangan pita tugas, pertanda dimulainya Operasi Zebra 2017 saat Apel bersama Operasi Zebra 2017 di Mapolres Solok Selatan, Selasa (1/11/2017). (diky lesmana/valoranews)

VALORAnews - Kepolisan Resort (Polres) Solok Selatan, terjunkan 30 personel pada Operasi Zebra 2017 yang digelar pada 1 hingga 14 November 2017. Kegiatan ini, ditargetkan pemeriksaan kelengkapan kendaraan bermotor.

Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Solok Selatan, AKP Mazwanda mengatakan,pelaksanaan Operasi Zebra 2017 telah dimulai sejak, 1 November 2017 lalu.

"Operasi Zebra menargetkan penindakan terhadap kelengkapan kendaraan, terutama kendaraan yang bakal menimbulkan kecelakaan," katanya.


Menurut dia, semua pengguna jalan raya agar tidak melakukan pelanggaran berlalulintas, serta dapat untuk tertib berlalulintas di jalan raya. "Dengan motto Stop Pelanggaran Stop Kecelakaan, Keselamatan Untuk Kemanusiaan," ungkapnya.

Pengguna kendaraan bermotor roda 2 atau roda 4 agar melengkapi perlengkapan kendaraan sesuai peruntukkanya, antara lain kaca spion sepeda motor wajib 2, TNKB/Plat Nopol sesuai spektek/cetakan Polri, melengkapi surat-surat seperti SIM dan STNK serta menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Juga diminta untuk menghidupkan lampu utama baik siang maupun malam hari untuk kendaraan roda dua sedangkan kendaraan roda 4 atau lebih, harus melengkapi safety belt/sabuk keselamatan, dan membawa surat SIM dan STNK," jelasnya.

Namun ada pengecualian, lanjut AKP Maswanda, sesuai kesepakatan sekolah dan Polres Solok Selatan, untuk para pelajar saat menuju dan pulang sekolah akan mendapatkan dispensasi.

Kendati, mereka belum memiliki SIM diperbolehkan mengendarai kendaraan roda dua, dengan catatan wajib berkendara dengan lengkap dan sesuai aturan. Jika tidak, tetap ditindak.

"Hal ini diperbolehkan, dikarenakan di Solok Selatan tidak terdapat kendaraan umum bagi mereka untuk pulang dan pergi ke sekolah," jelasnya.

Diharapakan, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Dan angka pelanggaran pun hendaknya bisa seminimal mungkin. (dky)

Komentar

Berita Kab. Solok Selatan