MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-11-22 22:40 WIB

Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

<p>Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat<p>

VALORAnews - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Padang, membentuk Perlindungan...

Pembukaan MTQ Sumbar ke-37 akan Tampilkan Tari Kolosal

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 04-11-2017 | 11:12 WIB | 153 klik | Kota Pariaman
<p>Pembukaan MTQ Sumbar ke-37 akan Tampilkan Tari Kolosal<p>

Geladi resik tari kolosal 'Budi Baguno Syarak Mamakai' karya Harhy Syafmitha untuk acara pembukaan MTQ Sumbar ke-37, kemarin. (istimewa)

VALORAnews - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Provinsi Sumatra Barat ke-37 yang dipercayakan pada Kota Pariaman sebagai tuanrumah, akan digelar pada 4-11 November 2017. Kegiatan lomba ini akan dibuka Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, Sabtu (4/11/2017), pukul 20.00 WIB.

Acara pembukaan ini akan turut dimeriahkan penampilan Tari Pasambahan dan tari kolosal unik berjudul 'Budi Baguno Syarak Mamakai' karya Harhy Syafmitha. Tari ini akan dibawakan 40 orang penari dari SMAN 1 Pariaman, diiringi oleh 22 orang pemusik dari putra-putri daerah Kota Pariaman yang kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Untuk Tari Pasambahan akan ditampilkan saat menyambut kedatangan tamu VVIP.

Menyelaraskan event keagamaan dengan pelestarian seni budaya, Harhy Syafmitha menjelaskan pesan-pesan yang ingin disampaikannya lewat tari 'Budi Baguno Syarak Mamakai' yang akan ditampilkannya.


"Tari ini menceritakan bagaimana aktivitas masyarakat Minangkabau yang memegang teguh agama dan adat, yang tentu juga menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Pariaman," terangnya.

Kearifan lokal yang dikandung karya ini adalah penyebaran agama Islam yang disyiarkan oleh Syeikh Burhanuddin, juga pelestarian budaya surau yang telah membentuk budaya di Minangkabau, karena menjadi media pendidikan agama, yang kristalisasinya melahirkan kesenian tradisi Silek (silat) dan Indang.

Harhy juga mengatakanm pernah tampil di beberapa event nasional; Seagames, PON, Porprov dan beberapa opening MTQ Tingkat Sumbar. Ia juga pernah tampil pada event luarnegeri; Asean, Eropa Barat dan Timur, dan Afrika Selatan.

"Menampilkan karya di MTQ Sumbar ke 37 di Kota Pariaman adalah tantangan tersendiri dan sangat istimewa bagi saya, karena tampil di daerah asal saya sendiri. Saya ingin memberikan yang terbaik," kata Harhy, anak dari pasangan Syafmal Kamil bin Kamil Abdullah dan Aswita binti Zaidi (asal Kampung Dalam, Pariaman).

"Terimakasih kepada Pemerintahan Kota Pariaman dan PT Octaviany Event, atas kepercayaannya pada saya untuk menampilkan karya. Karya ini adalah wujud terimakasih saya kepada para guru, dan dosen saya di ISI Padangpanjang, juga untuk HWK Sumbar dan Sumbar Talenta yang membesarkan saya," tambahnya.

"Spesialnya untuk orangtua serta saudara-saudara saya yang selalu memberikan dukungan dan doa terbaiknya," tukas koreografer kelahiran Jambi 7 Agustus 1991 itu.

Harhy menambahkan, "tari kolosal 'Budi Baguno Syarak Mamakai' akan ditampilkan secara unik, karena disajikan dengan pengolaborasian tari, musik, serta atraksi cahaya dan kembang api. Terwujudnya karya ini berkat kerjasama AR Community dengan Heru Rizal Luthan (CEO di Helashaka Event Organizer)."

Harhy yang pernah meraih TheBest Dancer Sumbar Talenta X, saat ini juga dipercaya sebagai penata tari untuk pertunjukan Sumbar Talenta, baik di dalam negeri dan juga di luar negeri. Bakatnya di bidang koreografi semakin tergali, setelah menuntaskan pendidikan strata satu dan program magister di ISI Padangpanjang.

"Untuk melestarikan kesenian tradisi Minangkabau, selain dukungan dari pemerintah, saya juga berharap kepada seluruh pihak, baik para seniman, akademisi, budayawan, dan orangtua, agar generasimuda lebih aktif dan kreatif dalam berkarya. Demi kemajuan mereka, dan menghindari generasimuda dari perilaku yang dicemaskan," kata Harhy, yang juga berbakat di bidang tata busana dan rias wajah. (rls)

Komentar

Berita Kota Pariaman