MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Kesempurnaan Main Stadion PON, Nasrul Abit: Perlu Review Desain

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 04-11-2017 | 17:44 WIB | 96 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Kesempurnaan Main Stadion PON, Nasrul Abit: Perlu Review Desain<p>

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit melihat desain main stadion PON Sumbar, di Koto Buruak, Lubukalung, Kamis (2/11/2017). (humas)

VALORAnews - Pembangunan main stadion PON Sumbar, mesti dilengkapi dengan pembangunan fasilitas pendukung layaknya sebuah kawasan olahraga.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat disela-sela kunjungan peninjauan pelaksanaan pembangunan main stadion Lubukalung bersama beberapa anggota Tim Banggar DPRD Sumbar yang dipimpin Arkadius Dt Intan Bano, Kamis (2/11/2017).

Nasrul Abit menjelaskan, hal ini jadi perhatian Tim Banggar DPDR Sumbar sekaitan dengan rencana penyelenggaraan MTQ Nasional di Sumatera Barat 2020 dan usulan Sumatera Barat sebagai tuan rumah Pekan Olah Raga Nasional (PON) di 2024.


Dari hasil dialog bersama Tim Banggar DPRD, perlu dilakukan Review Disain Main Stadion secara lebih rinci termasuk juga dengan fasilitas bangunan pendukung. Disain mencakupi sebuah kawasan olahraga Sumatera Barat yang lebih representatif di masa datang.

Kemudian, juga muncul saran untuk menghitung kebutuhan pembiayaan termasuk jika diperlukan penambahan lahan untuk fasilitas pendukung lainnya.

Percepatan pembangunan stadion utama telah berlangsung sejak 2015 lalu. Pada tahun itu, digelontorkan dana sebesar Rp18 miliar, tahun berikutnya sebesar Rp17 Miliar dan pada 2017 sebanyak Rp13 miliar. Dari 2015 hingga kini, sudah mulai tampak pengerjaan berupa meratakan lahan yang sebelumnya perbukitan.

"Saat ini, pembangunan yang dilakukan baru mulai dengan pemancangan tonggak-tonggak pondasi di lahan seluas 38,5 hektar," jelasnya.

Tim Banggar berharap, review desain ini telah dapat dilakukan pada 2018, karena pembangunan ini merupakan proyek multiyears, yang diperkirakan akan menelan biaya Rp1,8 triliun. "Kita berharap, pembangunan ini nanti dapat menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat dalam meningkatkan sarana olahraga guna memacu preatasi yang lebih baik," Nasrul Abit.

Sementara, Arkadius menilai, review disain ini agar bangunan main stadion nantinya tidak berisiko terhadap masyarakat. "Kita ingin bangunan ini benar-benar kokoh, aman gempa dan lain-lain. Karena itu, perlu pemikiran konstruksi yang lebih sempurna," terangnya.

"Kita berharap, bangunan ini berada di tanah keras. Jika ada yang berada di lahan timbunan, perlu juga memikirkan konstruksi yang lebih kokoh. Namun kita berharap efesiensi ekonomis, sehingga tidak terlalu membebani APBD kita," harapnya.

"Adanya wacana kegiatan MTQ Nasional dan PON di Sumatera Barat, tentu akan mampu mendorong percepatan pembanguan main stadion itu sendiri," tambahnya.

Kegiatan kunjungan ini juga memberikan masukan kepada pelaksana proyek untuk menyiapkan data informasi, desain serta laporan progres perkembangan kegiatan di lokasi proyek ini dari waktu ke waktu. (rls/kyo)

Komentar

Berita Kab. Padang Pariaman