MITRA VALORA NEWS

Senin, 2018-10-15 19:27 WIB

Pemko Padang Koordinasi dengan BPK, Ini Perintah Mahyeldi

<p>Pemko Padang Koordinasi dengan BPK, Ini Perintah Mahyeldi<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, H Mahyeldi didampingi beberapa orang kepala SKPD melakukan pertemuan dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI...

Sumbar Menyisakan 57 Nagari Tertinggal

AI Mangindo Kayo | Selasa, 07-11-2017 | 15:00 WIB | 236 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Sumbar Menyisakan 57 Nagari Tertinggal<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Walinagari dan Kepala Desa se-Sumbar di Padang, Selasa (7/11/2017). (humas)

VALORAnews - Walinagari atau kepala desa di Sumatera Barat, harus memberikan pelayanan prima sehingga masyarakat merasa puas. Ukuran kepuasan itu di antaranya, pelayanan yang tak berbelit-belit, biaya murah dan waktunya cepat sehingga masyarakat merasa terlayani.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat pembukaan Rapat Koordinasi Walinagari dan Kepala Desa se-Sumbar di Padang, Selasa (7/11/2017). Rakor ini mengambil tema Melalui Penataan Nagari/Desa Kita Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Nagari/Desa Provinsi Sumbar."

"Pelayanan publik harus melalui satu pintu dan tidak lagi malalui birokrasi yang berbelit-belit. Tidak ada lagi istilah dari meja ke meja dan dari satu pejabat ke pejabat. Satu pintu selesai," tegas Nasrul Abit.


Dijelaskan, daerah tertinggal di Sumbar masih ada, maka pemberdayaan masyarakat harus diarahkan ke daerah tertinggal. Berdasar data yang ada, nagari sangat tertinggal di Sumbar masih terdapat 57 nagari. Diharapkan, di tahun 2019, walinagari berstatus tertinggal itu mampu mengeluarkan daerahnya dari kategori tersebut. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar