MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2017-11-24 18:02 WIB

Penerbit Buku Rumahkayu Rilis Literatur Indonesia

<p>Penerbit Buku Rumahkayu Rilis Literatur Indonesia<p>

VALORAnews - Penerbit Buku Rumahkayu, merilis Literatur Indonesia (LINI), Kamis (23/11/2017) di Gubuk Coffee, Jembatan Kalawi, Kelurahan Kalumbuk,...

Pancasila dan Kebhinekaan jadi Kekuatan Persatuan Bangsa

AI Mangindo Kayo | Selasa, 07-11-2017 | 15:13 WIB | 81 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Pancasila dan Kebhinekaan jadi Kekuatan Persatuan Bangsa<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit berdialog dengan peserta Seminar Dewan Pertimbangan Presiden dengan tema 'Pancasila dan Kebhinekaan' di Gedung Balai Senat UGM Yogyakarta, Senin (6/11/2017). (humas)

VALORAnews - Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengikuti acara Seminar Dewan Pertimbangan Presiden dengan tema 'Pancasila dan Kebhinekaan' di Gedung Balai Senat UGM Yogyakarta, Senin (6/11/2017).

Di kesempatan itu, Nasrul Abit menyampaikan, seminar yang digelar Dewan Pertimbangan Presiden itu, memaknai falsafah Pancasila dan Kebhinekaan menjadi bagian bagi dasar dan pondasi Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Mendagri, Cahyo Kumulo dalam kesempatan itu menyampaikan, telah 72 Tahun Indonesia merdeka kita masih berbicara Pancasila & Kebhinekaan karena masih ada paham-paham yang ingin merobah pancasila dengan idiologi lain.


"Presiden Joko Widodo sesuai dalam Nawacita menyatakan, negara harus kuat membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa-desa. Sebagai upaya membangun semangat negara kesatuan untuk itu perlu dilakukan segala daya pencegahan yang merongrong pancasila & kebhinekaan di Indonesia tercinta. Guna menguatkan langkah-langkah tersebut salah satu memerlukan masukan dari Wantimpres," ungkap Nasrul Abit mengutip pernyataan Mendagri.

Dalam kesempatan itu, Nasrul Abit menyempatkan diri bertemu dengan Buya Ahmad Syafii Maarif. Nasrul Abit di kesempatan itu menyampaikan tantangan kebhinekaan bangsa Indonesia saat ini.

"Semangat dan jiwa Pancasila dan Kebhinekaan perlu dipertahankan demi keutuhan Indonesia. Apabila ini dapat dipertahankan, maka Indonesia akan jaya dengan bisa menghayati memahami serta melaksanakan isi dari sila petama pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa dan sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia," terang Nasrul Abit.

"Kekurangan masyarakat Indonesia saat ini, iman dan kesenjangan sosial akan terus ada usaha-usaha untuk merongrong Pancasila dan kebhinekaan Indonesia karena kesejahteraan belum terwujud secara utuh," tambahnya.

Pancasila menjadi kekuatan dasar keutuhan negara Republik Indonesia, sesuai dengan amanah Founding Father, sebagai pendiri bangsa ini. "Hanya dengan menjaga, melestarikan nilai-nilai Pancasila, menjadi tugas kita bersama termasuk generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara ini," tegasnya.

Wagub Nasrul Abit menyatakan, dari seminar ini diambil hikmah, seluruh komponen bangsa ini mesti melakukan intropeksi diri melakukan hal-hal yang mampu membakar semangat nasionalisme kebangsaan, sesuai dengan apa-apa yang telah diperjuangan para pendiri bangsa ini untuk kemerdekaan dan keutuhan Indonesia demi mewujudkan kesejahteraan rakyat sesuai cita-cita dalam pembukaan UUD 45.

"Pancasila dan Kebhinekaan merupakan kekuatan bangsa, dalam mempertahankan NKRI sebagai harga mati," tegasnya. (rls/kyo)

Komentar