MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-11-22 22:40 WIB

Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

<p>Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat<p>

VALORAnews - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Padang, membentuk Perlindungan...

Nasrul Abit Ingatkan Musprov IMI tak Berakhir Seperti HIPMI Sumbar

AI Mangindo Kayo | Jumat, 10-11-2017 | 16:49 WIB | 99 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Nasrul Abit Ingatkan Musprov IMI tak Berakhir Seperti HIPMI Sumbar<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit menyerahkan santunan pada orang tua salah seorang pembalap yang meninggal saat bertanding, disela-sela kegiatan Musprov IMI ke-7 Tahun 2017, di Bukittinggi, Kamis (9/11/2017). (humas)

VALORAnews - Pemilihan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sumatera Barat, bukan seperti arisan. Tapi, pemilihan itu hendak dilakukan secara profesional, sebaiknya musyawarah mufakat. Jikapun terjadi voting, mesti sportif. Yang kalah legowo dan yang menang segera merangkul semua pihak untuk kembali bersatu.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit ketika membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI ke-7 Tahun 2017, di Bukittinggi, Kamis (9/11/2017). Hadir dalam kesempatan itu, utusan Forkopimda, Ketua IMI Pusat, Kadis Pemuda Olahraga, Koni Sumbar serta pengelola klub motor dan automotif se-Sumatera Barat.

"Sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia, IMI agar melakukan kegiatan keorganisasian dengan pola menganut konsep manajement sesuai aturan yang berlaku," harapnya.


"Dalam menjadi seorang pemimpin itu, mestilah mempersiapkan diri dengan baik, terlebih dahulu sandang, pangan dan papan, kemudian kemampuan keilmuan pendidikan yang cukup," tambah Nasrul Abit.

Dia menyampaikan, saat ini Musda ini, ada dua calon yang cukup matang, Weno Aulia Dt Tamangguang dan Defti Nasri. "Berkompetisilah secara terhormat dan bermatabat, jangan sampai terjadi seperti yang ada di Hipmi Sumbar, perselisihan yang sebenarnya tidak perlu," terangnya.

"Seharusnya kita bersama menjaga kerukunan dan kedamaian di Sumbar, karena sumber daya alam kita terbatas. Ada sedikit bahan tambang tapi tidak bisa dieksploitasi karena hutan lindung. Untuk itu kita perlu membuat rasa aman dan nyaman di daerah, agar orang mau berinvestasi dan percaya akan stabilitas daerah dalam melakukan pembangunan," tambahnya. (rls/kyo)

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat