MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

Pariwisata Pencipta Lapangan Kerja dengan Biaya Termurah

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 11-11-2017 | 13:09 WIB | 149 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Pariwisata Pencipta Lapangan Kerja dengan Biaya Termurah<p>

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit memberikan arahan pada kegiatan Seminar Nasional Pariwisata bertemakan 'Pengembangan Pariwisata Berbasis Teknologi Untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional' di auditorium Universitas Negeri Padang, Kamis (9/11/2017). (humas)

VALORAnews - Dalam era digital, performance sektor kepariwisataan terus menanjak dan optimistik kian terbentuk dibanding sektor lainnya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit pada Seminar Nasional Pariwisata bertemakan 'Pengembangan Pariwisata Berbasis Teknologi Untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional' di auditorium Universitas Negeri Padang, Kamis (9/11/2017).

"Dalam RPJM Sumbar 2016-2021, pemerintah fokus dalam pembangunan masyarakat madani, salah satunya melalui pembangunan kepariwisataan, yang diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan (Tourism pro Poor)," ungkap Nasrul Abit.


Pariwisata, terangnya, dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi 8,41 persen atau 9,8 juta tenaga kerja di Indonesia. Menurut WTTC dan World Bank 2016, pariwisata merupakan pencipta lapangan kerja termurah dengan anggaran US$5.000 untuk menciptakan satu lapangan pekerjaan, sedangkan sektor lain US$ 10.000.

Nasrul berharap, perlunya memaksimalkan penggunaan teknologi untuk pembangunan pariwisata Sumatera Barat serta perlunya sinergitas antara pemprov dan perguruan Tinggi untuk menghasilkan SDM yang professional.

Selanjutnya, Nasrul mengatakan, dalam seminar ini hendaknya dapat dihasilkan kegiatan yang sinergis, berkesinambungan dan lebih difokuskan untuk jangka pendek dan menengah, baik dalam bentuk pembangunan maupun pemberdayaan. "Semuanya, tentu dievaluasi pada tahapan tertentu," imbuhnya. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar