MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-11-22 22:40 WIB

Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

<p>Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat<p>

VALORAnews - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Padang, membentuk Perlindungan...

Sapi Bunting Milik Anggota Keltan Kubang Saiyo Dapat Insentif

AI Mangindo Kayo | Selasa, 14-11-2017 | 23:42 WIB | 77 klik | Kota Padang
<p>Sapi Bunting Milik Anggota Keltan Kubang Saiyo Dapat Insentif<p>

Walikota Padang, Mahyeldi Dt Marajo secara simbolis menyerahkan bantuan insentif pada peternak yang memiliki sapi betina tengah bunting 4 bulan, yang merupakan Kelompok Tani Kubang Saiyo, Kelurahan Limau Manih, Kecamatan Pauh, Senin (13/11/2017). (humas)

VALORAnews - Dinas Pertanian Kota Padang menyerahkan insentif untuk peternak sapi bunting di Kecamatan Pauh. Sebanyak 200 sapi bunting usia minimal empat bulan, mendapatkan insentif sebesar Rp500 ribu per ekor.

Walikota Padang, Mahyeldi Dt Marajo menyebut sapi betina tidak boleh dipotong, agar produktivitas tetap meningkat.

"Kebutuhan daging sapi masih cukup tinggi dan belum bisa dipenuhi," kata Mahyeldi saat memberikan insentif ke Kelompok Tani Kubang Saiyo, Kelurahan Limau Manih, Kecamatan Pauh, Senin (13/11/2017).


Selain itu, disebut Mahyeldi, insentif diberikan untuk perawatan sapi, dan memberikan semangat serta motivasi bagi peternak. "Bagi yang memiliki sapi betina, diimbau jangan memotong sapi tersebut. Kecuali sudah tidak lagi produktif," ujar Mahyeldi.

Sementara, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Eva Susanti mengatakan, sebelum menyerahkan insentif, terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap sapi. Sebab, yang diberikan insentif hanya sapi yang memiliki usia kandungan minimal empat bulan.

Selama 2017, Dinas Pertanian menargetkan pemberian insentif untuk 1.000 ekor sapi bunting. Hingga November telah terealisasi sebanyak 800 ekor. "Sisanya 200 ekor sapi bunting akan kita berikan di akhir November bagi Kecamatan Lubuk Kilangan dan Kuranji," katanya.

Ditambahkannya, program ini diberikan untuk semua pemilik sapi bunting di Kota Padang. Peternak yang sudah memiliki sapi bunting minimal usia 4 bulan, maka bisa melaporkan kepada Dinas Pertanian. Setelah itu, petugas akan datang ke rumah, untuk melakukan pemeriksaan.

"Rencananya program ini akan terus berlanjut hingga ke 2020," tambahnya.

Ia berharap, program pemberian insentif ini akan meningkatkan jumlah sapi di Kota Padang yang saat ini berjumlah lebih kurang 22.000 ribu ekor. Sehingga, bisa menjadi 23 ribu hingga 24 ribu ekor. "Cara ini juga merupakan cara mendidik peternak. Agar tidak memotong sapi betina yang ada," sebutnya.

Ditambahkannya, program ini diberikan untuk semua pemilik sapi bunting di Kota Padang. Peternak yang sudah memiliki sapi bunting minimal usia 4 bulan, maka bisa melaporkan kepada Dinas Pertanian. Setelah itu, petugas akan datang ke rumah, untuk melakukan pemeriksaan. "Rencananya program ini akan terus berlanjut hingga ke 2020," tambahnya.

Ia berharap dengan program pemberian insentif ini akan meningkatkan jumlah sapi di Kota Padang yang saat ini berjumlah lebih kurang 22.000 ribu ekor. Sehingga, bisa menjadi 23 ribu hingga 24 ribu ekor.

"Cara ini juga merupakan cara mendidik peternak. Agar tidak memotong sapi betina yang ada," sebutnya. (rls/vri)

Komentar