MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-11-22 22:40 WIB

Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

<p>Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat<p>

VALORAnews - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Padang, membentuk Perlindungan...

Di Mata Nasrul Abit, Sumbar belum Punya Destinasi Wisata yang Siap dan Layak

AI Mangindo Kayo | Selasa, 14-11-2017 | 23:50 WIB | 90 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Di Mata Nasrul Abit, Sumbar belum Punya Destinasi Wisata yang Siap dan Layak<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit foto bersama dengan para undangan pada peluncuran buku CREATourism' Mendukung Pembangunan Kepariwisataan Berkelanjutan yang disusun Direktur Tourism Development Center Andalas Univercity, Sari Lenggogeni, di Pangeran Beach Hotel, Senin malam (13/11/2017). (humas)

VALORAnews - Pembanguan dunia pariwisata Sumatera Barat, merupakan upaya menggerakan ekonomi masyarakat baik dalam bentuk produk UMKM, juga dalam bentuk jasa pengembangan pariwisata itu sendiri.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit Dt Malintang Panai saat peluncuran buku 'CREATourism' Mendukung Pembangunan Kepariwisataan Berkelanjutan yang disusun Direktur Tourism Development Center Andalas Univercity, Sari Lenggogeni, di Pangeran Beach Hotel, Senin malam (13/11/2017).

Hadir dalam kesempatan itu, Asdep Pemasaran Kementerian Pariwisata, Raseno Arya, Rektor Unand, Pimpinan BNI, Semen Padang, PLN, tokoh pemerhati pariwisata, para seniman, budayawan, pelaku pariwiasata di Sumatera Barat.


Nasrul Abit menyampaikan, Sumatera Barat saat ini belum memiliki destinasi yang benar-benar siap dan layak sebagai tempat kunjungan wisata, baik dalam fasilitas, sarana dan prasarana wisata itu sendiri.

"Kita sebut Padang, belum ada banyak agenda dan kegiatan pariwisata, apakah tentang penampilan budaya, tradisi unik setiap tahunan dan bulanan yang menjadi daya tarik orang datang, walau sarana dan prasana sudah mulai memadai, tapi aktifitas atraksi wisata itu sendiri masih terbilang sedikit belum menjadi daya tarik yang luar biasa," terang Nasrul Abit.

"Begitu juga dengan Bukittinggi, Mandeh, Tanahdatar, Singkarak Solok, Sawahlunto, Padang Pariaman, Pariaman, Payakumbuh dan Limapuluh Kota serta potensi daerah lainnya di Sumbar," tambahnya.

"Jika ada 10 potensi di kabupaten/kota, kita hanya butuh satu tapi jadi, Pemkab/Pemko itu mesti serius dan menganggarkan dalam APBD nya dan juga memiliki kegiatan yang mengerakan masyarakat, provinsi Sumbar sharing anggaran 60:40 persen," terang Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga mengatakan, pembangunan pariwisata di Sumatera Barat merupakan sebuah upaya meraih peluang masa datang, meningkatkan lapangan pekerjaan bagi generasi muda, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengerairahkan pembangunan karena pembangunan pariwisata memiliki multi efek yang luas, selain memajukan perekonomian masyarakat juga akan berdampak pada peningkatan sektor pendidikan, kesehatan, riset ilmu pengetahuan serta kelestarian lingkungan hidup dan sebagainya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat, sektor pariwisata amat menjanjikan untuk itu. Karena daerah ini memiliki potensi alam yang indah dan menawan, budaya yang unik matrelinial, seni dan adat, kuliner serta sikap pribadi yang religi.

Apapun tantangannya dalam pembangunan pariwisata di Sumatera Barat mesti kita hadapi dan selesaikan dengan baik-baik. "Kita tidak akan mudur atau berhenti dalam memajukan pembangunan pariwisata Sumatera Barat. Oleh karena mari kita dukung bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat Sumatera Barat baik yang ada di ranah maupun yang ada di rantau," imbau Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga menyampaikan, peluncuran buku "CREATourism" sesuatu yang telah lama dinantikan dalam memajukan pembanguan pariwisata Sumbar. Buku ini bisa jadi referensi yang baik, karena di dalamnya ada data dan perhitungan secara ekonomi, budaya dan potensi lain yang juga berdampak dari pembangunan pariwisata di daerah ini.

"Kepada Dr. Sari Lenggogeni dan kawan-kawan serta Unand yang telah menggagas lahirnya buku ini, atas nama pemerintah provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih, karena ini telah membuka sedikit mata kita melihat cara dan strategi bagaimana memajukan pariwisata Sumbar hari ini dan tahun-tahun berikutnya," ujar Nasrul Abit. (rls/kyo)

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat