MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Irfendi Apresiasi Guru Mengaji

AI Mangindo Kayo | Rabu, 15-11-2017 | 21:15 WIB | 97 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Irfendi Apresiasi Guru Mengaji<p>

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi berdialog dengan guru mengaji di Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, beberapa waktu lalu. (humas)

VALORAnews - Guru mengaji merupakan pekerjaan yang mulia dan bernilai ibadah. Kendati para pendidik baca tulis al Quran itu melaksanakan kegiatan pengajaran dengan honor yang kurang memadai bahkan secara sukarela, namun mereka tetap bersemangat untuk mengabdi.

Hal itu disampaikan Bupati Limapuluh Kota, H Irfendi Arbi ketika bersilaturahmi dengan masyarakat Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, di kantor wali nagari setempat, baru-baru ini.

"Kita salut dan mengapresiasi guru mengaji di daerah ini. Mereka senantiasa mengajar dengan semangat, meskipun kadang mereka tidak mendapatkan gaji yang memadai, namun mereka tetap semangat dan tidak mengeluh dalam pengabdiannya," ungkap Irfendi.


Dikatakan, para guru mengaji ini mempunyai peran penting dalam melahirkan generasi yang qurani. Karenanya, pengajar al Quran tersebut harus mendapatkan sokongan dan perhatian serius, tidak saja dari pemerintah, namun juga dari masyarakat.

"Jangan sampai kita merasa enggan membayar honor guru mengaji yang hanya sebesar puluhan ribu rupiah, sementara untuk membayar uang les matematika, les bahasa ingris dan lainnya yang mencapai ratusan ribu kita tidak merasa keberatan," ujar Irfendi.

Dipaparkan, pendidikan al Quran harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat, terutama terkait dengan kelengkapan sarana prasarana, peningkatan kualitas dan kelayakan hidup para guru mengajinya. Selama ini para guru mengaji itu sudah mendapatkan bantuan honor dari kegiatan baliak basurau, namun untuk kelanjutannya Pemkab masih mencari peluang terbaik.

"Kita ingin para guru mengaji itu mendapatkan honor yang pantas. Saat ini kita masih mencari peluang agar tetap bisa memberikan insentif bagi guru mengaji tersebut," papar Irfendi .

Ia berharap, masalah pendidikan al Quran itu ikut menjadi pemikiran pemerintahan nagari. Bila aturan yang berlaku membenarkan, hendaknya nagari bisa mengalokasikan dana nagari buat mendukung kegiatan keagamaan ini serta memberikan perhatian serius terhadap profesi pengajar al Quran ini.

"Guru mengaji mempunyai peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Karenanya kita harus memberikan perhatian serius terhadap mereka," ulang Irfendi.

Dijelaskan, al Quran merupakan pedoman hidup yang mengatur semua sendi kehidupan umat Islam. Karenanya, setiap umat harus bisa membaca dan memahami serta mengamalkan isi kitab suci tersebut. Hal ini sejalan dengan visi revolusi mental dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. (rls/kyo)

Komentar

Berita Kab. Lima Puluh Kota