MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Jawa Tengah Gunakan Aplikasi Berbasis Android untuk Pantau Inflasi

AI Mangindo Kayo | Senin, 20-11-2017 | 17:35 WIB | 82 klik | Nasional
<p>Jawa Tengah Gunakan Aplikasi Berbasis Android untuk Pantau Inflasi<p>

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo foto bersama dengan pejabat BI usai jadi pembicara pada pelatihan wartawan daerah Bank Indonesia di Jakarta, Senin (20/11/2017). (vebi rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, daerah yang dipimpinnya memiliki pertumbuhan perekonomian yang baik, tapi angka kemiskinan masih cukup tinggi.

"Jawa Tengah menerapkan program aplikasi berbasis android yang dikenal dengan Sihati yaitu Sistem Informasi Harga dan produk komoditi. Dengan sistem ini, pemerintah dapat memantau pergerakan harga komoditas," ujar Ganjar saat jadi pembicara dalam pelatihan wartawan daerah Bank Indonesia di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Dikatakan Ganjar, sistem ini saat terjadi kenaikan harga ataupun kelangkaan satu komoditas di suatu daerah, bisa cepat terpantau. Kemudian, bisa langsung dilakukan virtual meeting lalu segera diambil tindakan cepat.


"Selain bisa langsung aksi juga menghemat anggaran. Biasanya, kalau terjadi kelangkaan komoditi ataupun lonjakan harga diadakan rapat yang menyita waktu dan biaya," terang Ganjar.

Dia menyebutkan, komoditas cabai merah yang dihasilkan petani di daerahnya, sebagian besar masuk Provinsi Sumatra Barat dan daerah lainnya. Sementara, Sumatra Barat sendiri juga termasuk salah satu produsen cabai di tanah air.

"Tidak jadi soal produksi cabai dari Jawa Tengah masuk atau dipasarkan di provinsi lainnya, asal kapasitas produksi tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga inflasi terkendali," terangnya.

Menurut Ganjar, dalam upaya menstabilkan inflasi yang paling penting adalah memastikan pasokan terjaga, kemudian memonitor pergerakan harga, sehingga saat terjadi kenaikan bisa langsung disikapi dengan menambah pasokan.

"Terakhir, tentu saja menjamin distribusi komoditas pokok lancar, sehingga tidak terjadi kelangkaan pangan di pasaran," tukasnya. (vri)

Komentar