MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Pelabuhan Teluk Tapang Selesai Dibangun, Wagub: Akses Jalan Masuk belum Ada

AI Mangindo Kayo | Selasa, 21-11-2017 | 21:21 WIB | 87 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Pelabuhan Teluk Tapang Selesai Dibangun, Wagub: Akses Jalan Masuk belum Ada<p>

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit berdialog dengan Syahiran (Bupati Pasbar), berdialog di Pelabuhan Teluk Tapang, Nagari Air Bangis, Pasbar, Selasa (21/11/2017). (humas)

VALORAnews - Pelabuhan Teluk Tapang, di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, telah rampung sejak Mei 2017 lalu. Namun, akses jalur transportasi darat menuju pelabuhan masih sangat tidak layak.

Akibatnya, sampai hari ini pelabuhan yang disebut-sebut bakal menandingi Teluk Bayur itu belum bisa dimanfaatkan. Bahkan, untuk bisa dilewati, butuh anggaran ratusan miliar lagi untuk menuntaskan bengkalai jalan menuju Teluk Tapang.

Pada Selasa (21/11/2017) pagi, dengan menaiki kapal dari dermaga Air Bangis, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit bersama jajaran OPD terkait, menjambangi kawasan Teluk Tapang. Hampir seharian lamanya dia mengitari kawasan pelabuhan itu, termasuk meninjau akses jalan.


Bupati Pasaman Barat, Syahiran mengatakan, sejak mulai dibangun 2006 lalu, proses pembangunan fisik Teluk Tapang telah menghabiskan dana sebesar Rp200 miliar. Kini, untuk merampungkan jalan menuju dermaga dari jalan raya dengan panjang mencapai 42 Km, membutuhkan dana sekitar Rp400 miliar.

"Sekitar 37 Km plus 8 unit jembatan lagi yang perlu dituntaskan. Kita sudah berulang kali sampaikan ini pada kementerian terkait, tapi sampai hari ini belum mendapat jawaban pasti," kata Syahiran di depan Nasrul Abit dan rombongan di pelabuhan Teluk Tapang.

Untuk melanjutkan pembangunan ini, terangnya, tentu tidak bisa dengan APBD kabupaten maupun provinsi, karena biayanya terlalu besar. Jika Pelabuhan itu cepat dioperasikan, justru akan meringankan kerusakan jalan nasional menuju Teluk Bayur. Sebab, rutinitas truk sawit yang biasa diangkut dari Pasaman Barat tidak mesti ke Padang, cukup ke pelabuhan Teluk Tapang.

Saat ini, ungkap Syahiran, perusahaan tambang biji besi yang telah menanamkan investasi sebesar Rp10 miliar sejak 2006, sudah membantu pembangunan jalan sepanjang 9 Km menuju dermaga Teluk Tapang. "Jika akses ini cepat beroperasi, diyakini geliat investor akan lebih cepat di Pasaman Barat," jelas Syahiran.

Senada dengan itu, Nasrul Abit menginginkan pelabuhan Teluk Tapang ini segera beroperasi. Sebab, sudah terlalu lama pelabuhan berskala Internasional ini terbengkalai.

"Pelabuhan ini sangat strategis untuk menunjang intensitas perdagangan. Tidak saja soal biji besi, dari pelabuhan ini nanti juga memudahkan aktivitas pengangkutan Crude PalmOil (CPO) yang selama ini harus di antar ke pelabuhan Teluk Bayur," kata Nasrul.

Selain itu, dengan terbukanya akses transportasi pelabuhan kelak, akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga, Pasaman Barat segera keluar dari status ketertinggalan. "Masalah utamanya jalan. Itu yang akan kita tinjau dan segera kita usahakan secepatnya," kata Nasrul Abit. (rls/kyo)

Komentar

Berita Kab. Pasaman Barat