MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Seni Qasidah Senyawa dengan Filosofi ABS-SBK

AI Mangindo Kayo | Rabu, 22-11-2017 | 21:45 WIB | 64 klik | Kota Padang
<p>Seni Qasidah Senyawa dengan Filosofi ABS-SBK<p>

Asisten III Bidang Administrasi Sekretariat Kota Padang, Didi Aryadi memberikan sambutan pada Seminar Nasional Seni Qasidah yang digelar di aula Disnaker Provinsi Sumatera Barat, Jalan Ujung Gurun, Selasa (21/11/2017). (humas)

VALORAnews - Seni qasidah sudah bersenyawa di dalam kehidupan budaya masyarakat Minangkabau yang berlandaskan "Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Dalam upacara-upacara adat misalnya, pernikahan, sunat rasul, khatam quran dan 'batagak gala' serta kematian, ada irama bernuansa qasidah yang dilantunkan.

Hal itu diungkapkan Tuanku Bagindo H Mohammad Leter (TBH M Leter) saat jadi narasumber dalam Seminar Nasional Seni Qasidah yang digelar di aula Disnaker Provinsi Sumatera Barat, Jalan Ujung Gurun, Selasa (21/11/2017).

"Budaya Minangkabau sangat akrab dengan seni qasidah. Itu tercermin dalam upacara-upacara adat," ujarnya.


Ulama sepuh Sumatera Barat ini menyayangkan, dewasa ini generasi muda kebanyakan beralih ke kesenian-kesenian yang terkadang tidak bersinggungan dengan nafas budaya Islami. Seni qasidah lengang dari minat anak muda. Nasibnya nyaris sama dengan kesenian tradisional lainnya.

Menurutnya, adanya Festival Seni Qasidah Berskala Besar Tingkat Nasional yang dituan rumahi Kota Padang, akan membangkitkan kembali seni Islami sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia.

"Festival qasidah di Kota Padang akan membangkitkan seni Islami serta memancing kembali minat generasi muda menyimak dan menyukainya," imbuhnya.

Selain TBH M Leter, pemapar lainnya adalah dari unsur akademisi dan pelaku seni qasidah serta pemerintah daerah.

Adapun seminar ini dibuka Asisten III Bidang Administrasi Sekretariat Kota Padang, Didi Aryadi mewakili Walikota Padang. Kegiatan ini merupakan rangkaian gelaran Festival Seni Qasidah Berskala Besar Tingkat Nasional ke-22 yang diikuti peserta dari 32 provinsi.

Didi Aryadi mengatakan, melalui kegiatan festival qasidah akan mengangkat nilai-nilai seni islami yang berunsur dakwah. Sekaligus jalinan silaturahim antar umat Islam di Nusantara semakin erat.

"Festival qasidah di Kota Padang memberikan 'multiplyer efect' , selain untuk pengembangan seni islami dan silaturahim, juga berdampak ekonomi kepada masyarakat," kata Didi.

Untuk diketahui, Padang adalah daerah setingkat kota yang pertama selaku penyelenggara, sedangkan 21 kali sebelumnya penyelenggara Festival Seni Qasidah Berskala Besar Tingkat Nasional adalah pemerintahan provinsi. (rls/vri)

Komentar