MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

BKKBN Bangka Belitung Pelajari Kampung KB Berok Gunung Pangilun

AI Mangindo Kayo | Senin, 04-12-2017 | 15:06 WIB | 63 klik | Kota Padang
<p>BKKBN Bangka Belitung Pelajari Kampung KB Berok Gunung Pangilun<p>

Kepala BKKBN Bangka Belitung, Etna Estelita dan rombongan, foto bersama dengan Lurah Gunung Pangilun, Andi Amir serta aktivis Kampung KB di RW 12 Kampung Berok, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Senin (4/12/2017). (humas)

VALORAnews - RW 12 Kampung Berok, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, kini telah menjelma jadi kampung percontohan setelah ditetapkan sebagai 'Kampung KB'. Wilayah ini kerap pula mendapat kunjungan studi banding dari daerah lain.

Senin (4/12/2017), Kampung KB Berok kembali mendapat kunjungan. Kali ini dari rombongan Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Provinsi Bangka Belitung. Rombongan yang berjumlah sembilan orang itu, dipimpin langsung Kepala BKKBN Bangka Belitung, Etna Estelita.

Rombongan tersebut diterima Lurah Gunung Pangilun, Andi Amir bersama Ketua LPM, M Nasir, Kepala UPT KB, Yosef Oktobaren dan Babin Kamtibmas serta tokoh masyarakat setempat.


Di kesempatan itu, Andi Amir memaparkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menggeliatkan Kampung KB Berok. Diawali dengan sosialisasi terkait apa itu kampung KB. Hal ini guna membangun persepsi masyarakat bahwa, bicara KB bukan soal jumlah anak, tetapi lebih luas dari itu adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat yang diawali dari pembinaan keluarga serta pembangunan sarana lingkungan.

"Setelah sosialisasi, mindset masyarakat tentang KB mulai berubah. Sehingga warga mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan," kata Andi Amir.

Bukti dukungan itu, kata Andi, masyarakat menghibahkan tanah untuk pelebaran akses jalan, kegiatan gotong-royong juga rutin dilakukan serta peningkatan keterampilan bagi masyarakat.

"Kegiatan-kegiatan ini terus dimotori Lurah, LPM dan tokoh masyarakat sehingga masyarakat terarah," sebutnya.

Ia menambahkan, aliran bantuan dan kegiatan pembangunan dari SKPD dan anggota DPRD dapil setempat serta pemangku kepentingan lain, akhirnya banyak turun ke Kampung Berok. Integrasi kegiatan ini praktis meningkatkan percepatan pengentasan wilayah yang sebelumnya marginal dan minim sarana itu.

"Percepatan pembangunan terjadi karena adanya integrasi kegiatan tersebut," imbuhnya.

Menurut Andi Amir, yang tidak kalah penting adalah perhatian Walikota Padang dalam mendorong peningkatan kegiatan di Kampung KB itu. "Dalam banyak kesempatan, walikota Padang selalu mendorong SKPD untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan ke Kampung KB," tukasnya.

Sementara, Etna Estelita mengatakan, pihaknya perlu belajar dalam aplikasi kampung KB. "Di Provinsi Bangka Belitung memang sudah terbentuk 62 Kampung KB, masing-masing satu di setiap desa namun perlu ditingkatkan kegiatannya. Untuk itu kami perlu belajar," ujarnya.

Alasan memilih Kota Padang, tepatnya Kampung KB Berok Gunung Pangilun, selain banyak diketahui dari media juga karena yang terdekat untuk tujuan studi banding.

"Kami lebih dekat dengan Sumatera Barat dan mengetahui kegiatan Kampung KB di daerah ini. Terlebih banyak juga dari jajaran kami yang berasal dari Sumbar," katanya.

Ia berharap, kunjungan ini bermanfaat untuk peningkatan kegiatan Kampung KB di negeri "Laskar Pelangi" tersebut. Apa yang sudah diterapkan di Berok Gunung Pangilun akan bisa jadi rujukan dalam mengisi kegiatan di daerahnya.

"Kami harap bermanfaat dan dapat meningkatkan mengisi kegiatan untuk Kampung KB," tutupnya. (rls/vri)

Komentar