MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Pendidikan Karakter Penting Diterapkan, Wagub: Bentengi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif

AI Mangindo Kayo | Senin, 04-12-2017 | 16:32 WIB | 65 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Pendidikan Karakter Penting Diterapkan, Wagub: Bentengi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit, memberikan arahan pada Rapat Kerja Teknis Kepala SMA/SMK/SLB se- Sumatera Barat, Senin (4/12/2017). (humas)

VALORAnews - Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, 2017 adalah tahun transisi. Sementara, 2018 merupakan tahun dimulainya penataan satuan pendidikan. Diharapkan, kualitas lulusan SMA sederajat di Sumbar akan jadi lebih baik.

"Dunia pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang perlu disiapkan dengan cara yang baik, karena akan menyiapkan generasi masa depan," ungkap Nasrul Abit mengutip pesan gubernur Sumbar, saat membuka Rapat Kerja Teknis Kepala SMA/SMK/SLB se- Sumatera Barat, Senin (4/12/2017).

Dikatakan Nasrul Abit, salah satu upaya menyiapkan generasi muda yakni penguatan pendidikan karakter di sekolah. Hal ini penting diterapkan, mengingat pengaruh budaya, kemajuan informasi dan teknologi, serta adanya gerakan dan penyebaran paham tertentu yang bisa merusak generasi muda.


"Untuk membentengi pengaruh budaya yang merusak harus melakukan pembentukan karakter yang kuat, benteng agama dan moral budaya," terang dia.

"Dalam hal ini, perlu juga program dan kegiatan nyata di sekolah, sehingga sekolah benar-benar menjadi tempat penggemblengan yang bisa menghasilkan sumber daya berkualitas, pekerja keras, pantang menyerah, tidak cepat puas namun tetap berbudaya agamais," tambahnya.

Dalam mengelola sekolah, Nasrul Abit juga mengingatkan, jangan sampai ada yang tersangkut masalah hukum. Kemudian, menguasai dan mempelajari aturan serta regulasi yang ada.

"Secara nasional, setiap sekolah mengelola dana BOS, Dana Alokasi Khusus (DAK), Belanja Operasional Pendidikan (BOP) serta dana partisipasi masyarakat melalui komite sekolah. Untuk itu, semuanya harus dikelola secara baik dan benar, tertib administrasi dan dipertangungjawabkan sesuai aturan dan mekanisme yang sudah ditetapkan," tegas Nasrul Abit.

Disamping itu, terang dia, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas serta mampu bersaing di dunia kerja. Untuk menciptakan lulusan berkualitas, diperlukan mutu pendidikan yang bagus. Mutu pendidikan jadi penting, karena perubahan di luar lingkungan sekolah jauh lebih cepat dari perubahan kurikulum itu sendiri.

"Dalam era globalisasi, perlu juga ditingkatkan skill dan kemampuan bahasa asing. Kemampuan berbahasa jadi persyaratan mutlak untuk dapat masuk dalam interaksi internasional dan didukung dengan kemampuan informasi serta teknologi (IT)," terang Nasrul Abit.

Dalam kegiatan rapat tahunan ini, turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Kapolda Sumatera Barat, Inspektur Setdaprov Sumatera Barat, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Kepala OPD di Lingkungan Setdaprov Sumatera Barat dan Kepala SMA, SMK dan SLB se- Sumatera Barat serta peserta Rapat Kerja Daerah Bidang Pendidikan. (rls/kyo)

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat