MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Kawasan SRG Dipersiapkan Jadi World Heritage

AI Mangindo Kayo | Selasa, 05-12-2017 | 09:57 WIB | 93 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Kawasan SRG Dipersiapkan Jadi World Heritage<p>

Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria memberikan kenang-kenangan kepada Dekan Fakulti Alam Bina, Univertity Malaya, Kuala Lumpur, Prof Dr Yahya Ahmad di Malaysia, Senin (4/12/2017). Kenang-kenangan tersebut merupakan miniatur rumah dagang sebagai simbol Kawasan Saribu Rumah Gadang yang ada di Solok Selatan. (humas)

VALORAnews - Usai meraih penghargaan sebagai kampung adat terpopuler pada Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017, kini kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) Solok Selatan, tengah diusung menuju warisan dunia Unesco's (world heritage). Untuk menyongsong pengakuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menggandengTeam Fakulti Alam Bina, University of Malaya, Kuala Lumpur.

Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria mengatakan, kawasan SRG memiliki warisan budaya yang kaya serta lingkungan alam yang sangat bervariasi. Selain itu, SRG masih memiliki jumlah dan ragam rumah gadang yang sangat banyak yang selayaknya dijaga dan diawasi untuk dijadikan sebuah warisan.

"Dengan segala potensi dan keunikan yang dimiliki kawasan SRG, serta sudah dikenal sebagai salah satu kawasan yang mempunyai ciri khas Minangkabau, maka sudah selayaknya dijaga dan masuk menjadi salah satu situs warisan dunia," katanya saat memaparkan potensi SRG di hadapan Tim Seleksi untuk Unesco diDean Fakulty Alam Bina di University Malaya, Kuala Lumpur, Senin (4/12/2017).


Berbagaipersiapan, terang Muzni, telah dilakukan di Solok Selatan untukkawasan SRG dalam memperoleh pengakuan world heritage itu. Untuk memantapkan persiapan tersebut, pihaknya juga siap mengikuti langkah-langkah yang disarankan oleh Tim seleksi nantinya.

Sementara itu, Prof Dr Yahya Ahmad, Dekan Fakulti Alam Bina (Teknik Perencanaan Arsitektur dan Wilayah) University Malaya, yang sudah berpengalaman membawa sejumlah kawasan di Penang dan Malaka, termasuk membantu Kota Ahmadebad India dan Maldive masuk situs warisan dunia mengaku, siap membantu kawasan SRG memperoleh pengakuan serupa.

Setidaknya, kata Yahya,untuk bisa masuk dalam daftar situs warisan dunia harus memenuhi sedikitnya satu dari 10 kriteria pilihan yang ditetapkan dalam Unesco's World Heritage. Melihat karakter dan potensi yang dimiliki SRG, penilaiannya telah memiliki tiga kriteria yang disyaratkan.

Pertama, katanya, SRG untuk menuju world heritage telahmemiliki latar belakang Budaya Tradisional. Lalu,tipologi bangunan dengan arsitektur yang unik dan terakhir merupakan perkampungan tradisional yang masih hidup dan berlaku di lingkungan itu.

"Tiga kriteria ini, akan jadi modal penting bagi SRG masuk dalam situs warisan dunia. Sekarang yang diperlukan upaya dari berbagai pihak baik itu pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama memikirkan dan sinergi dalam memiliki kehendak untuk menjadikan SRG sebagai andalan wisata Indonesia untuk bisa bersaing di ranah internasional," katanya. (rls)

Komentar

Berita Kab. Solok Selatan