MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Dharmawanita Persatuan Agam Gelar Lomba Penyelenggaraan Jenazah

AI Mangindo Kayo | Selasa, 05-12-2017 | 17:55 WIB | 62 klik | Kab. Agam
<p>Dharmawanita Persatuan Agam Gelar Lomba Penyelenggaraan Jenazah<p>

Ketua TP-PKK Agam, Vita Indra Catri foto bersama dengan panitia dan peserta lomba penyelenggaraan jenazah dalam rangka menyambut HUT Dharmawanita Persatuan ke-18 yang akan digelar 19 Desember 2017 nanti, Senin (4/11/2017). (humas)

VALORAnews- Penyelenggaraan jenazah sangat penting dipelajari dan dipahami. Apalagi saat ini tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara mengurus jenazah, mulai dari memandikan, menyalatkan sampai menguburkan.

Hal tersebut dikatakan Penasehat Dharmawanita Persatuan Kabupaten Agam, Vita Indra Catri, pada lomba penyelenggaraan jenazah dalam rangka menyambut HUT Dharmawanita Persatuan ke-18 yang akan digelar 19 Desember 2017 nanti, Senin (4/11/2017).

Dengan adanya kegiatan lomba ini hendaknya menjadi momentum untuk semua aparatur sipil negara agar mau belajar. "Semua kita memiliki keluarga dan akan pasti menuju proses peyelenggaraan jenazah ini, baik terhadap keluaga kita, tetangga ataupun diri kita sendiri nantinya," terangnya.


"Bayangkan kalau semua orang di sebuah rumah tangga tidak tahu bagaimana cara penyelenggaraan jenazah, tentu akan bingung bila ada salah seorang anggota keluarganya yang meninggal dunia. Keterampilan ini, minimal terpakai untuk keluarga sendiri," kata Vita menjelaskan.

Ini artinya, lanjut wanita peraih segudang prestasi tersebut, lomba penyelenggaraan jenazah sangat penting dilaksanakan dan setelah lomba ini digelar, agar bisa disosialisasikan kepada masyarakat. Tujuannya, agar semakin banyak masyarakat yang memahami dan tahu bagaimana cara mengurus jenazah, mulai dari memandikan sampai menguburkan, serta pelaksanaan Yasinan-nya.

"Jika di setiap jorong atau RT/RW ada 20 orang saja yang belajar terkait hal ini, berarti di Agam akan ada puluhan ribu orang yang paham penyelenggaraan jenazah, sehingga tidak kesulitan jika ada warga yang meninggal dunia. Sebagai istri PNS harus jeli dalam menyikapi itu," terangnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Eva Martias Wanto mengungkapkan, lomba tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan istri pegawai, agar memiliki kepiawaian di segala bidang. "Hal ini telah kita lakukan melalui beberapa kegiatan lomba yang berbeda yang digelar tiap tahunnya seperti lomba merias, lomba mengaji dan lainnya," jelas dia.

Dalam perlombaan itu, para peserta memperagakan bagaimana cara memandikan jenazah, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Selanjutnya bagaimana mengafani, menyalatkan, sampai dengan tata cara menguburkan jenazah.

Sedangkan dalam aturannya, waktu yang diberikan setiap langkah seperti memandikan jenazah hanya diberikan selama 15 menit. Unsur penilaian dalam penilaian juga dilihat dari kebenaran bacaan yang dilafazkan pada penyelenggaraan jenazah dan juga kekompakan serta kerapian dalam setiap gerakan yang telah ditentukan. (rls/kyo)

Komentar