MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Cak Imin Sapa Dunsanak di Ranah Minang

PKB Memprihatinkan di Sumbar, Muhaimin: Ini Tantangan

AI Mangindo Kayo | Rabu, 06-12-2017 | 12:07 WIB | 181 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>PKB Memprihatinkan di Sumbar, Muhaimin: Ini Tantangan<p>

Ketua Umum PKB, Muhaiman Iskandar berdialog dengan wartawan media cetak, elektronik dan siber di salah satu hotel di Kota Padang, Selasa (6/12/2017). Dialog ini sempat tertunda tiga jam lebih dari jadwal yang direncanakan sekitar pukul 19.00 WIB. (sat kari mudo/valoranews)

VALORAnews - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, berkunjung ke Sumatera Barat.

"Salah satu maksud kedatangan Cak Imin ke Sumatera Barar merupakan kelanjutan dari terbentuknya Dunsanak Cak Imin dua bulan lalu," cerita Sulaiman Tanjung, saat membuka dialog dengan wartawan di salah satu hotel di Kota Padang, Selasa (5/12/2017) malam.

Selain itu, agenda kunjungan orang nomor satu di PKB itu adalah menjadi pemateri pada seminar nasional di Universitas Negeri Padang (UNP) dan berdiskusi dengan LKAAM.


Muhaimin Iskandar beserta rombongan, sampai di salah satu hotel di Kota Padang sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam rombongan terlihat anggota DPR RI Marwan Dasopang dan Ida Fauziah serta Ketua DPW PKB Sumbar, Feby Datuak Bangso.

"Dua bulan lalu adalah awal dari munculnya Cak Imin Cawapres, yang berawal dari diskusi kawan-kawan media. Seiring berjalanya waktu, juga terbentuk Dunsanak Cak Imin," jelas Sulaiman Tanjung.

Menurutnya, Dunsanak Cak Imin ini tidak ada kaitannya dengan Nahdathul Ulama (NU), tapi Dunsanak Cak Imin ini adalah orang-orang yang simpati, kagum dari berbagai sisi terhadap Cak Imin.

"Dunsanak itu berarti saudara atau keluarga. Jadi Cak Imin punya keluarga di Sumatera Barat, itu artinya adalah Dunsanak Cak Imin," terang Sulaiman.

Diawal dialog dengan wartawan, Cak Imin menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan karena telah lama menunggu.

"Maaf sudah menunggu, tadi macet di jalan, sehingga terlambat datang ke sini," ungkap Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini.

Di depan wartawan, Cak Imin menyampaikan maksud kedatanganya adalah untuk menyapa masyarakat di Sumbar.

"Saat ini permasalahan negara ini misalnya adalah daya beli turun, dunia usaha lesu, pengusaha mengeluh terus menerus karena dikejar-kejar pajak," terangnya.

Dikarenakan begitu banyaknya permasalahan yang dihadapi bangsa ini, maka diperlukan upaya merangkai cita-cita bersama untuk mengubah dan memperbaiki keadaan."Supaya berjalan secara optimal, kita semua butuh kerja keras," ajak Cak Imin.

Menurutnya, untuk menyelesaikan berbagai macam masalah yang dihadapi pada saat ini, kita harus memiliki ide yang jelas, trackrecord atau pengalaman yang mumpuni serta telah teruji.

"Alhamdulillah, mulai dari zaman Orde Baru, zaman reformasi sampai zaman sekarang ini, kita sudah memiliki trackrecord yang jelas. Kita berpengalaman di eksekutif maupun di legislatif. Pengalaman dan jam terbang itu lah yang diperlukan dalam memimpin negara ini," ungkapnya.

Saat ini PKB memiliki empat menteri di pemerintahan yaituMenaker Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrawi, Mendes Eko Putro Sandjojo dan Menristek Dikti M Nasir.

"Keempat menteri ini lah yang kita gunakan untuk memberdayakan masyarakat, untuk menebar simpati, melakukan advokasi serta memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi," terang Cak Imin.

Menyangkut PKB yang kondisi memprihatinkan di Sumatera Barat, Cak Imin mengatakan itu, adalah sebuah tantangan bagi PKB, dan sampai saat ini belum diketahui apa penyebabnya.

"Namun kita tetap berusaha, misalnya dengan berinteraksi dan menjalin komunikasi dengan kalangan keagamaan, merangkul angkatan muda (generasi milineal) dengan membantu dan memberikan pelatihan kepada mereka di bidang teknologi," pungkasnya. (skm)

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat