MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

Air Tanah Melampaui Titik Jenuh

Longsor di Mapolres Solok Arosuka Akibat Pergerakan Tanah

AI Mangindo Kayo | Rabu, 06-12-2017 | 18:04 WIB | 69 klik | Kab. Solok
<p>Longsor di Mapolres Solok Arosuka Akibat Pergerakan Tanah<p>

Pejabat Polres Solok Arosuka, mengamati lokasi tanah terban yang merusak sejumlah bangunan di Mapolres itu, kemarin. (humas)

VALORAnews - Kepala BMKG Sumbar, Rahmat Triyono memastikan, tanah terban di Mapolres Solok Arosuka yang merusak bangunan perkantoran serta mushalla di kawasan itu, bukan disebabkan aktivitas sesar/patahan sumatera pada segmen sumani.

"BMKG Padangpanjang tidak mencatat adanya akivitas kegempaan di wilayah Arosuka. Kejadian ini disebabkan hujan yang intensif dalam beberapa hari ini diwilayah tersebut," kata Rahmat melalui pesan whatsapp.

Dikatakan Rahmat, data peta sesar/patahan sumatera yang melewati wilayah Kabupaten Solok, wilayah Arosuka dengan Sesar Sumatera berjarak sekitar 12 km. Menurut sejumlah ahli, terangnya, jarak yang dapat menimbulkan kerusakan bila terjadi gempa pada sesar tersebut sekitar 2 km dari sepanjang jalur sesar itu.


"Tentunya semakin besar kekuatan gempa yang terjadi, maka akan semakin luas/jauh dampak kerusakan dari sumber gempa tersebut. Hal ini juga dipengaruhi faktor struktur bangunan dan formasi batuan yang ada di kawasan itu," terang Rahmat.

Melihat foto kejadian longsor, terang Rahmat, Mapolres Solok Arosuka yang berada pada lereng sebuah perbukitan, berpotensi terjadi pergerakan tanah bila kondisi air tanah melampaui titik jenuh, karena banyaknya air hujan pada daerah tersebut. (kyo)

Komentar