MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-12-17 17:15 WIB

Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol

<p>Kemendagri Diminta Seragamkan Lembaga Teknis Daerah Kesbangpol<p>

VALORAnews - Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Sumatera Barat berakhir, Sabtu (16/12/2017). Dalam rapat koordinasi selama...

OPD Solsel Dibekali Pemahaman Jurnalistik bersama Wartawan, Sukri Umar: Ini Jarang Terjadi

AI Mangindo Kayo | Kamis, 07-12-2017 | 10:26 WIB | 138 klik | Kab. Solok Selatan
<p>OPD Solsel Dibekali Pemahaman Jurnalistik bersama Wartawan, Sukri Umar: Ini Jarang Terjadi<p>

Asisten III Sekretariat daerah Solok Selatan, Yul Amri bersama Kabag Humas dan Protokoler, Firdaus Firman dan Nara Sumber Sukri Umar saat pembukaan pelatihan jurnalistik wartawan dan OPD di Wisma Gemini, Muara Labuh, Rabu (6/12/2017). (humas)

VALORAnews - Bagian humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, menggelar pelatihan Jurnalistik kepada awak media dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Wisma Gemini, Muaro Labuah, Rabu (6/12/2017).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, menghadirkan dua nara sumber dengan latar belakang yang berbeda. Nara sumber pertama, Sukri Umar merupakan wartawan utama di Harian Padang Ekspres grup dan Iggoy El Fitra, fotografer jurnalis dari AntaraSumbar news.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Solsel, Yul Amri, pada pembukaan kegiatan mengatakan, setiap OPD harus bisa meng-counter pemberitaan yang tidak sesuai fakta baik itu di media mapun media sosial. Jangan sampai informasi yang berkembang, menjadi opini di tengah masyarakat.


"Jadi setiap OPD juga harus mengerti tentang jurnalistik dan bisa membuat pemberitaan sehingga bisa mengkanter pemberitaan yang tidak sesuai kenyataan di lapangan," ujarnya.

Menurutnya, apabila ada suatu pemberitaan yang negatif atau tidak sesuai kenyataan kepala OPD harus cepat menanggapinya, tapi jika berita itu soal kritikan dan benar ini harus diterima sehingga menjadi untuk bahan evaluasi.

"Jangan biarkan pemberitaan yang tidak sesuai itu berkembang dan segera berikan tanggapan sesuai dengan faktanya sehingga masyarakat tidak termakan pemberitaan tersebut," katanya.

Kemajuan tekhnologi saat ini membuat sebuah informasi cepat tersebar ke masyarakat. Oleh sebab itu, OPD harus cepat tanggap apabila ada informasi yang tidak sesuai agar tidak menjadi opini seolah-olah itu benar.

"OPD harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi sebaik-baiknya untuk mempromosikan daerah," katanya.

Kepala Bagian Humas Solsel, Firdaus Firman mengatakan, pelatihan jirnalistik yang diberikan kepada OPD ini agar mereka bisa meredam isu yang beredar di tengah masyarakat yang akan bisa merusak citra daerah. Dimana pemberitaan dari media manfaatnya sangat besar seperti terjadinya bencana alam, sehingga mampu mengalirkan bantuan dari berbagai pihak.

"Akibat pemberitaan melalui media, sehingga informasi bencana alam yang terjadi cepat menyebar sehingga bantuan berdatangan dari berbagai pihak," jelasnya.

Diharapkan, OPD yang mengikuti pelatihan bisa termotivasi dan juga bisa membuat rilis berita untuk mempromosikan kegiatan yang ada di OPD masing masing.

Sementara, narasumber pelatihan jurnalistik, Sukri Umar, mengapreseasi Bagian Humas dimana pelatihan yang diberikan ini sangat langka terjadi, dimana OPD disatukan dengan wartawan.

"Ini jarang jarang terjadi, OPD disatukan pelatihan jurnalistik dengan wartawan, ini menandakan bahwa hubungan baik ada di Solsel," katanya.

Meskipun berhubungan dengan berbagai pihak, baik pejabat pemerintah maupun pihak swasta, lanjutnya, seorang wartawan harus tetap menjalankan fungsinya sebagai social control.

Dimana, wartawan memang harus bersinergi satu sama lain dalam membangun daerah. Namun, hal itu tidak mesti membuat kita harus menutup mata terhadap kekurangan ataupun kesalahan yang dilakukan oleh pejabat, hanya dengan alasan kita merasa dekat atau lain sebagainya.

"Seorang wartawan harus konsisten, memberikan informasi sesuai fakta yang ada, tapi jangan keluar dari etika jurnalistik," katanya.

Menurut Sukri, sebagai wartawan, mesti bekerja sesuai kaidah dan kode etik dengan melahirkan karya secara ilmiah. Karena hal itulah yang akan jadi pembeda antara berita dengan sebuah informasi yang bersifat isu dan sebatas gosip belaka.

"Masing-masing dari kita pastinya sudah memahami bagaimana ketentuan kerja seorang wartawan. Hanya saja kita selama ini banyak mengangkangi aturan itu, sengaja melupa-lupakannya. Ke depan saya harap tentunya ini sudah tidak terjadi," pungkasnya. (rls)

Komentar

Berita Kab. Solok Selatan