MITRA VALORA NEWS

Senin, 2018-08-20 21:56 WIB

Ferizal Ridwan Hadiri Peringatan Tahun Baru 1955 Caka Sunda

<p>Ferizal Ridwan Hadiri Peringatan Tahun Baru 1955 Caka Sunda<p>

VALORAnews - Wakil Bupati limapuluh Kota, Ferizal Ridwan (Sultan Purnama Agung)bersama Raja, Ratu, Sultan dan pemangku gelar adat yang tergabung...

15 Pasar Berkonsep Moderen Dibangun di Pessel

AI Mangindo Kayo | Minggu, 10-12-2017 | 15:18 WIB | 391 klik | Kab. Pasaman
<p>15 Pasar Berkonsep Moderen Dibangun di Pessel<p>

Bupati Pessel, Hendrajoni meninjau pembangunan Pasar Bayang, beberapa waktu lalu. Hendrajoni menargetkan, hingga 2020, sebanyak 15 pasar di Pessel, telah berkonsep moderen. (humas)

VALORANews - Pemkab Pesisir Selatan (Pessel), menargetkan pasar-pasar tradisional yang ada di daerahnya berkonsep moderen dalam waktu dekat.

Di mana, sekitar 15 pasar tradisional yang notabene merupakan pusat kekuatan ekonomi masyarakat di 15 kecamatan di sana, akan direnovasi total dengan konsep Pasar Moderen.

"Ke depannya, kita akan menjadikan seluruh pasar tradisional yang ada di sini (Pessel) menjadi pasar berkonsep moderen," kata Bupati Pessel, Hendrajoni kepada wartawan baru-baru ini.


Konsep moderen tadi, terangnya, merupakan bagian dari rencana pembagunan pasar yang tertib, rapi, serta bersih.

"Kalau ini terlaksana keseluruhannya (pembangunan), kami yakin, ekonomi masyarakat akan meningkat. Sebab, apabila pasar ramai, roda perekonomian pasti bergerak/tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun bakal tercipta," ucap Hendrajoni.

Upaya menjadikan keseluruhan pasar tradisional yang berkonsep moderen tersebut pun, sudah mulai dilakukan oleh Pemkab Pessel di tahun ini.

Di mana, di tahun 2017, sudah 3 (tiga) Pasar Tradisional yang direhab. Di antaranya: di Kecamatan Bayang, Kecamatan Lengayang, dan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.

"Di tahun ini, kita telah membangun 3 pasar dengan konsep Pasar Moderen. Pasar-pasar ini nantinya diyakini membuat pembeli merasa nyaman, dengan pengaturan los yang teratur, berlantai keramik, Mushalla dan MCK," terangnya.

Selanjutnya, beber Hendrajoni, di tahun 2018 pembangunan akan berlanjut untuk pasar tradisional di 4 kecamatan lainnya.

"Tahun depan, kita akan lanjutkan pembangunan pasar berkonsep moderen di Kecamatan Batang Kapas, Sutera, Linggo Sari Baganti dan Ranah Pesisir," katanya.

Untuk pasar-pasar tradisional di kecamatan lainnya, akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya.

"In Syaa Allah, di tahun 2020, seluruh kecamatan di sini (15 Kecamatan) akan memiliki pasar berkonsep moderen," terang Hendrajoni.

Pusat Grosir

Selain melakukan renovasi dengan konsep pasar moderen, tiga unit pasar juga akan diplot menjadi pasar sentra grosir, dan dilakukan perluasan wilayah.

Untuk pasar berkonsep moderen adalah Pasar Tapan (Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan), dikarenakan berlokasi di daerah yang berdekatan dengan dua provinsi tetangga.

"Pasar Tapan berlokadi di pertigaan, terletak di daerah segitiga emas perdagangan. Yakni antara Kabupaten Pessel di Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu," beber Hendrajoni.

Selanjutnya, Pasar Kambang (Kecamatan Lengayang), dan Pasar Bayang (Kecamatan Bayang).

Sedangkan pasar yang dilakukan perluasan kawasan (areal pasar) di antaranya: Pasar Air Haji (Kecamatan Linggo Sari Baganti), Pasar Inderapura (Kecamatan Pancung Soal) dan Pasar di Kecamatan Bayang.

"Perluasan areal (kawasan) dilakukan upaya optimalisasi pelayanan yang sesuai dengan pasar berkonsep moderen," terang Hendrajoni.

Seperti dilansir dari berita terdahulu, Pemkab Pessel mengalokasikan anggaran Rp16,2 Miliar di tahun 2017, untuk pelaksanaan renovasi pasar tradisional menjadi pasar berkonsep moderen.

Anggaran sebesar Rp16,2 Miliar tersebut, selain untuk pembangunan Pasar Kambang (Lengayang), Pasar Koto Berapak (Bayang) dan Pasar Tapan (Basa Ampek Balai Tapan), juga digunakan untuk pembangunan los pasar di Pasar Inpres Painan.

"Anggaran tersebut, berasal dari APBD dan APBN," ungkap Azral, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Pessel. (adv)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar