MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-10-18 18:16 WIB

Ilusi Band Ajak Berperilaku Jujur Lewat Rilis Lagu Bohong

<p>Ilusi Band Ajak Berperilaku Jujur Lewat Rilis Lagu Bohong<p>

VALORAnews - Seperti kerang memendam mutiara, akhirnya Ilusi Band merilis lagu ke tiga berjudul Bohong. Lagu ini adalah lagu pertama ditulis Ilusi...

Pembangunan Drainase Pasar Lubukbuaya Dilanjutkan, Pemilik Relakan Lahan

AI Mangindo Kayo | Selasa, 02-01-2018 | 14:56 WIB | 234 klik | Kota Padang
<p>Pembangunan Drainase Pasar Lubukbuaya Dilanjutkan, Pemilik Relakan Lahan<p>

Walikota Padang, Mahyeldi dt Marajo bersama Syaiful Rauh (Plh IKKT) dan camat serta tokoh masyarakat, meninjau lokasi pembuatan drainase di Lubukbuaya, Selasa (2/1/2018). Saluran drainase ini untuk sebagai saluran pembuangan air dari arah Pasar Lubukbuaya. (humas)

VALORAnews -- Drainase pengurai genangan banjir di Pasar Lubukbuaya dan sekitarnya, segera dituntaskan. Lahannya yang selama ini terkendala karena ada keberatan dari warga akhirnya diserahkan untuk pembangunan dengan sukarela.

"Ini berkat komunikasi yang baik oleh camat dan lurah, sehingga warga memahami pentingnya pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat," kata Walikota Padang, Mahyeldi Dt Marajo ketika melihat lokasi pembangunan drainase tersebut, Selasa (2/1/2018).

Menurut Mahyeldi, saluran drainase sepanjang 2 km ini, berfungsi mengatasi banjir di Lubukbuaya. Di sepanjang sisi drainase tersebut, akan dibuat jalan inspeksi sekaligus menjadi akses masyarakat.


"Di sisi drainase dapat dibuat jalan untuk akses warga," kata Mahyeldi.

Dia mengatakan, Pasar Lubukbuaya diproyeksikan sebagai Pasar Induk, sehingga perlu perluasan dan peningkatan kapasitas dari infrastruktur pendukungnya termasuk saluran air dan jalan.

"Pasar Lubuk Buaya akan dijadikan pasar induk sayur mayur Sumatera Barat, sehingga perlu infrastruktur penunjang yang baik," kata Mahyeldi.

Sementara itu, Camat Koto Tangah, Syahrul mengatakan, sebelumnya pembangunan drainase ini terkendala, karena ada salah paham dari warga menyikapi pembangunan. Namun, setelah dijelaskan dengan baik, akhirnya pihak keluarga beserta ninik mamak setempat, meminta Pemko Padang untuk melanjutkan pembangunan.

"Selain komunikasi yang baik dengan warga, dukungan bapak walikota dengan meninjau langsung lokasi bersama warga, menunjukkan keseriusan dalam pelaksanaan pembangunan," ujar Syahrul.

Menurut Syahrul, warga meyakini, kegiatan pembangunan untuk kemaslahatan bersama bukan untuk kepentingan sesaat dan sekelompok masyarakat. Hal itu sudah terlihat dari sejumlah hasil pembangunan di Koto Tangah, seperti jalan dan drainase.

"Alhamdulillah, kendala-kendala dalam pembangunan dapat diatasi," tukasnya.

Sedangkan pihak warga pemilik lahan yang juga Plh Ketua Ikatan Keluarga Koto Tangah (IKKT), Syaiful Raun menjelaskan, keluarga sepakat untuk melepaskan lahan untuk pembangunan drainase. Hal ini karena melihat keseriusan Pemko dibawah pimpinan Mahyeldi dalam pembangunan. Hasilnya sudah terlihat dari sejumlah pembangunan yang dilaksanakan khususnya di Koto Tangah.

"Kami setuju dengan pembangunan yang dilaksanakan, apalagi pembuatan drainase yang akan mengurangi resiko banjir di kawasan tempat tinggal warga," ujarnya.

Dia mengakui, dulu pihak keluarga sempat melarang pengerjaan bandar itu karena memang belum terbangun komunikasi yang baik dengan Pemko Padang.

"Sekarang kami mendukung, apalagi setelah bertemu bapak walikota," imbuhnya. (rls/vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Bisnis