MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2018-04-22 13:34 WIB

Irfendi Kirim Dul ke Panti Sosial Usai Jalani Perawatan Medis

<p>Irfendi Kirim Dul ke Panti Sosial Usai Jalani Perawatan Medis<p>

VALORAnews - Usai mendapatkan perawatan medis di Rumah sakit Jiwa HB Saanin Padang, Dul Fahmi (36) penyandang gangguan jiwa asal Kenagarian Andaleh,...

Teh Gambir Talang Maur Makin Dicari Konsumen

AI Mangindo Kayo | Selasa, 09-01-2018 | 15:39 WIB | 125 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Teh Gambir Talang Maur Makin Dicari Konsumen<p>

Bupati Limapuluh Kota, H Irfendi Arbi berfoto bersama para anggota kelompok tani usai acara pelun curan beragam produk gambir tahun 2016 lalu. (humas)

VALORAnews - Prospek produk olahan gambir yang dihasilkan sejumlah Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Limapuluh Kota makin menjanjikan. Kendati masih dalam proses pengurusan label halal dan izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makakan (BPOM), namun produk olahan komoditi unggulan itu, terutama teh gambir yang dihasilkan Poktan Sambal Kenagarian Talang Maur, Kecamatan Mungka, sudah laris manis di pasaran.

Wakil Ketua Poktan Sambal Talang Maur, Lili Morata kepada wartawan di Jorong Talang Kenagarian Talang Maur, kemaren mengakui, sejak diluncurkan Bupati Limapuluh Kota, H Irfendi Arbi medio Desember 2016 lalu, teh gambir dan sejumlah produk olahan gambir yang dihasilkan Poktan di Kenagarian Talang Maur terus berproduksi.

"Benar, sejak diluncurkan bupati akhir tahun 2016 silam, teh gambir kami tetap berproduksi. Pemasarannya tidak saja di dalam Kabupaten Limapuluh Kota, namun sudah banyak pula yang dikirim ke luar daerah melalui para perantau," ungkap Lili sembari menyebut hingga sekarang kelompoknya sudah memproduksi dan menjual ribuan kotak teh gambir di dalam dan luar Kabupaten Limapuluh Kota.


Agar produk minuman berkhasiat bagi kesehatan itu lebih diminati, saat ini pihak Poktan tengah mengurus label halal dan izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Dengan adanya sertifikat halal dan BPOM tersebut, diharapkan pembeli tidak ragu lagi dengan kehalalan produk ini. Begitu pula dengan adanya izin dari BPOM, diharapkan orang tidak ragu untuk membeli dan mengonsumsi teh gambir ini.

"Dengan adanya kepastian status kehalalan dan izin BPOM itu nantinya, kami optimistis, teh gambir yang kami hasilkan akan lebih diminati pembeli. Namun dari pengalaman penikmat teh gambir ini cukup berdampak positif terhadap kesehatan seperti bagi penderita sakit maag," yakin Lili.

Dikatakan, sebelumnya komoditi eksport ini hanya dijual dalam bentuk gambir mentah dengan harga yang sangat berfluktuasi. Dari pengembangan teknologi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar, sejumlah Poktan di daerah berhasil memproduksi beragam produk makanan seperti teh gambir, permen jelly gambir dan teh botol gambir.

Terpisah, H Irfendi Arbi mengaku gembira dengan perkembangan produk olahan gambir oleh Poktan tersebut. Tidak saja mengurus sertifikasi halal dan izin dari BPOM, Ia juga meminta pihak Poktan untuk nantinya bisa mempatenkan berbagai produk dari tanaman gambir tersebut.

"Saya senang dan bangga Poktan kita mampu memproduksi beragam produk olahan dari gambir. Saya optimis ini bisa menjadi salahsatu sumber pendapatan yang menjanjikan bagi anggota Poktan dan masyarakat. Agar karya inovatif ini tidak dijiplak atau diakui sebagai milik pihak lain, saya menyarankan pihak Poktan bisa mempaten produk tersebut," papar Irfendi.

Irfendi meminta produk olahan Poktan ini, jadi perhatian serius OPD terkait, termasuk dalam mendukung pemasaran produk tersebut. OPD diharapkan ikut berperan aktif memperkenalkan produk diversifikasi gambir itu kepada khalayak agar dapat diterima dan didukung hingga menjadi industri produk gambir yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Lima Puluh Kota