MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2018-12-16 21:11 WIB

Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari

<p>Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari<p>

VALORAnews - Gempabumi mengguncang sebagian wilayah Sumatera Barat, Ahad (16/12/2018), pada pukul 00.07 WIB. Hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika...

Gerakan Mencoklit Serentak Digelar 20 Januari

Nova Indra Ingatkan Penyelenggara Pemilu Tidak Berorientasi pada Uang

AI Mangindo Kayo | Jumat, 12-01-2018 | 19:52 WIB | 289 klik | Kota Padang
<p>Nova Indra Ingatkan Penyelenggara Pemilu Tidak Berorientasi pada Uang<p>

Anggota KPU Sumbar, Nova Indra menyampaikan materi tentang pencocokan dan penelitian daftar pemilih pemilihan serentak 2018, pada PPK di Kota Padang, Jumat (12/1/2018). (humas)

VALORAnews -- Anggota KPU Sumatera Barat, Nova Indra menyampaikan, panitia adhoc penyelenggara pemilihan serentak 2018, sepenuhnya mengabdikan diri untuk berbuat yang terbaik pada negara, bekerja secara ikhlas dan mengharapkan ridha Allah SWT.

"Sebagai penyelenggara pemilu, kita janganlah bekerja berorientasi pada materi. Mengikuti acara Bimtek seperti ini, janganlah yang terbayang di kepala itu uang transportasi atau uang saku saja. Namun kita harus mengetahui, apapun itu bentuk acaranya, apa lagi yang bersangkutan dengan penyelenggaraan pemilu, harus diikuti dengan sepenuh hati, ikhlas dan mengharapkan ridha Allah," ajak Nova Indra, Jumat (12/1/2018) dalam acara bimbingan teknis (Bimtek) pencocokan dan penelitian daftar pemilih.

Pada 20 Januari 2018 nanti, terangnya, KPU akan melaksanakan gerakan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih secara masif.


"Gerakan ini didasari oleh keresahan dan kegalauan berbagai kalangan terhadap data pemilih. KPU galau, partai galau, pemerhati dan pengamatan pemilu juga galau, LSM-LSM pemerhati pemilu juga galau sampai masyarakat pun ikut galau," terang Indra.

Dikatakan Indra, keresahan itu disebabkan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang direkrut PPK dan PPS, terkadang ada yang fiktif.

"Misalnya, yang di-SK-kan itu si A, namun yang melakukan Coklit si B. Salah satu penyebab terjadinya hal ini, karena orientasi dari penyelenggaraan pemilu itu adalah uang. Hal-hal seperti inilah yang merusak proses pemutakhiran data pemilih ini," ungkap Indra.

Lanjut Indra, yang membuat risau dan galau lainnya itu adalah petugas PPDP ini tidak benar dalam melaksanakan Coklit. "PPDP itu dalam melaksanakan Coklit itu harus door to door. Datangi rumah satu persatu. Jangan sampai melaksanakan Coklit itu di kedai atau mesjid, misalnya," terang Indra.

Dikatakan Indra, nanti pada 20 Januari 2018, akan diadakan gerakan Mencoklit serentak nasional. Pada hari itu, PPDP minimal harus Mencoklit 5 rumah. Itu semua akan dimonitoring oleh KPU RI, KPU Provisi, KPU Kota.

"Misalkan ada 1500 tenaga PPDP, jika dikalikan 5 rumah, maka sudah ada 7500 rumah yang didata. Jika kita asumsikan 1 rumah itu ada 3 pemilih, maka dalam 1 hari kita bisa Mencoklit sebanyak 7.500x3 = 22.500 orang yang ada di daftar pemilih," jelas Indra.

Kemudian, Indra mengajak PPK, untuk memviralkan gerkan Mencoklit ini. "Kita harus viralkan gerakan Mencoklit ini, agar masyarakat Padang tahu, kalau pada 20 Januari ini ada gerakan Mencoklit di Padang," terangnya.

"Mulai hari ini, kita sosialisasikan, apakah itu di facebook, instagram, twitter, youtube atau media sosial lainnya," pungkas Indra. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar