MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-02-22 20:07 WIB

Polres Kepulauan Mentawai Gelar IVA Test Meriahkan HUT Bhayangkari ke-38

<p>Polres Kepulauan Mentawai Gelar IVA Test Meriahkan HUT Bhayangkari ke-38<p>

VALORAnews - Polres Kepulauan Mentawai menggelar pemeriksaan Inspeksi Visual Asefet/IVA Test, Kamis (22/2/2018), di Gedung Serba Guna Sioban,...

1.704 PPDP akan Sosialisasikan Pilwako Padang ke Setiap Rumah Tangga

AI Mangindo Kayo | Kamis, 18-01-2018 | 18:18 WIB | 126 klik | Kota Padang
<p>1.704 PPDP akan Sosialisasikan Pilwako Padang ke Setiap Rumah Tangga<p>

Ketua Divisi Program dan Data KPU Padang, Yusrin Trinanda didampingi Chandra Eka Putra (Ketua Divisi Teknis) dan Rika Yanita (Kasubag Program dan Data KPU Padang), memimpin rapat koordinasi persiapan Coklit serentak dengan PPK se-Kota Padang, Kamis (18/1/2018) sore. (humas)

VALORAnews - Ketua Divisi Program dan Data KPU Padang, Yusrin Trinanda memastikan, mulai Sabtu (20/1/2018), sebanyak 1.704 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) akan bekerja mendata 634.197 warga Padang yang tercatat dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). Pada tanggal 20 Januari itu, kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) DP4 ini akan digelar serentak secara nasional.

Coklit ini, terang Yusrin, dilakukan dengan metode sensus (dicacah satu per satu-red). Selain itu, PPDP juga diminta untuk sekaligus menyosialisasikan pemilihan walikota dan wakil walikota Padang pada pemilihan serentak 2018 ke setiap warga yang ditemui. PPDP ini bekerja mulai 20 Januari hingga 18 Februari 2018.

"Dalam bimbingan teknis (Bimtek) Coklit DP4 pemilihan serentak 2018 yang telah kita lakukan secara berjenjang, kita menekankan pada petugas PPDP untuk wajib menemui setiap warga yang tercantum dalam dokumen itu," terang Yusrin, usai rapat koordinasi persiapan Coklit serentak dengan PPK se-Kota Padang, Kamis (18/1/2018) sore.


Yusrin berharap, partisipasi partai politik serta seluruh elemen masyarakat, ikut mengawal proses Coklit ini berjalan sesuai ketentuan. "Sehingga, data pemilih jadi akurat sekaligus sosialisasi pemilihan kepala daerah jadi tepat sasaran," terang Yusrin.

Dikatakan Yusrin, tujuan Coklit ini untuk menyusun dan memperbaiki daftar pemilih, agar mendapatkan data yang akurat pada pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Padang yang akan dilaksanakan pencoblosannya pada Rabu, 27 Juni 2018.

Yusrin menambahkan, data yang di-coklit selama kurang lebih dari satu bulan itu, tidak hanya digunakan untuk Pilwako Padang, namun juga jadi dasar untuk menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Legislatif dan Presiden 2019.

"Mulai dari KPU RI, KPU provisi, KPU kabupaten/kota, panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS) dan PPDP pada 20 Januari nanti akan mendatangi minimal 5 rumah dalam rangka pelaksanaan gerakan Coklit daftar pemilih di seluruh wilayah Indonesia," terangnya.

Sementara, menyangkut DP4 Kota Padang berikut dokumen yang diperlukan untuk Coklit (Form Model A.KWK), telah didistribusikan ke PPK untuk kemudian secara berjenjang dibagikan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) lalu didistribusikan ke Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP)

"Bahan Form Model A.KWK telah 100 persen kita distribusikan kepada PPK," ungkap Yusrin.

Selain itu, upaya menyosialisaskan pemilihan walikota dan wakil walikota Padang 2018 ini ke masyarakat, salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan KPU Padang yakni kegiatan Jambore Demokrasi Pelajar. Kegiatan yang digelar di Lemdadika Padang Besi pada 6-8 November 2017 ini, diikuti 358 Pramuka Penegak dari SMA/sederajat di Kota Padang.

"Pada Jambore Demokrasi Pelajar itu, KPU Padang memberikan pendidikan politik pada pelajar yang masuk kategori pemilih pemula itu, agar memiliki pengetahuan praktis, bagaimana proses demokrasi berjalan, khususnya tentang tahapan proses penyelenggaraan Pilwako Padang 2018," terang Yusrin.

Kongkritnya, selama Jambore Demokrasi Pelajar itu, seluruh peserta mengikuti simulasi tahapan proses Pilwako Padang. Setiap tahapan, diperankan para pelajar peserta jambore tersebut. "Pada simulasi itu, para pemilih pemula ini ada yang berperan sebagai panitia pemilihan, ada yang berperan sebagai peserta pemilihan, kemudian juga ada yang berperan sebagai pengawas dan tenaga pengamanan hingga akhirnya terpilih walikota jambore," terang Yusrin.

"Pengalaman selama jambore ini, oleh utusan SMA Adabiah, ditindaklanjuti dengan melaksanakan pemilihan OSIS dengan mengadopsi sistem pemilu. Panitia pemilihan OSIS SMA Adabiah meminta kegiatan mereka disupervisi oleh KPU Padang. Hasil supervise KPU ke sekolah itu, akhirnya membuahkan pemilihan yang berjalan sukses pada 29 Januari 2018," ungkap Yusrin sembari menyebut, supervisi ini dilakukan langsung Ketua KPU Padang, M Sawati bersama Sutrisno (Kasubag Teknis KPU Padang). (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Metro

Berita Kota Padang