MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2018-05-25 17:21 WIB

Amnasmen Terpilih Kembali jadi Ketua KPU Sumbar

<p>Amnasmen Terpilih Kembali jadi Ketua KPU Sumbar<p>

VALORAnews - Amnasmen terpilih kembali sebagai Ketua KPU Sumbar periode 2018-2023. Selain itu, Amnasmen yang jadi ketua untuk periode kedua kalinya...

Joni Amir jadi Kalaksa BPBD

AI Mangindo Kayo | Kamis, 18-01-2018 | 22:34 WIB | 162 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Joni Amir jadi Kalaksa BPBD<p>

Jabatan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, diserahterimakan dari Hendri Yoni pada H Joni Amir disaksikan Plt Sekdakab Limapuluh Kota, H Taufik Hidayat dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fitman Indrayani di kantor BPBD setempat, kemarin. (humas)

VALORAnews - Bekerja pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tidak mengenal tempat dan waktu. Pekerjaan di BPBD adalah tugas mulia yang mempertaruhkan nyawa.

Hal itu disampaikan Plt Sekdakab Limapuluh Kota, H Taufik Hidayat dalam arahannya pada acara serahterima jabatan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota dari Hendri Yoni kepada pejabat yang baru, H Joni Amir.

Kegiatan ini disaksikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fitman Indrayani, di kantor BPBD setempat, kemaren.


"Pekerjaan di BPBD adalah tugas mulia. Para aparaturnya harus selalu siap dan sigap dalam menghadapi berbagai situasi. Sebab, bencana datang tidak mengenal waktu dan tempat. Karenanya, tugas pada OPD ini harus dilandasi dengan panggilan jiwa dan komitmen yang kuat," papar Taufik.

Menurut Taufik, agar bisa melaksanakan tugas kebencanaan, BPBD harus mampu menjalankan fungsi koordinasi dan komando. Selain itu juga perlu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan, dan koordinasi serta sinergi dengan pihak terkait.

"Agar pengendalian bencana berjalan efektif, BPBD harus benar-benar solid dan harus melakukan koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak seperti TNI/Polri dan lainnya," tutur Taufik.

Taufik menyebut, Limapuluh Kota merupakan salahsatu daerah yang rawan bencana. Tidak saja banjir dan longsor, berbagai tempat did aerah ini juga rawan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk itu, BPBD perlu segera membuat peta rawan bencana. Pemetaan itu berguna untuk mengantisipasi resiko ketika bencana datang," ucap Taufik.

Sebelumnya, Joni Amir dalam penyampainnya juga berharap mampu meningkatkan profesionalitas dalam aktualisasi penanggulangan bencana di daerah ini ke depannya. Selain itu ia juga mengakui perlunya sinergitas BPBD dengan banyak pihak.

"Agar resiko bencana bisa diminimalisir secara efektif, kita berharap ke depannya mampu meningkatkan kapasitas personil untuk terwujudnya BPBD yang tangguh," kata Joni yang mantan Kabag Humas dan Pemberitaan Setkab Limapuluh Kota itu.

Joni mengajak seluruh aparatur pada OPD yang akan dipimpinnya itu, bekerja dengan disiplin. Tidak saja menuntut kedisiplinan personal setiap staf, namun juga disiplin administrasi dan disiplin keuangan, serta berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Bagi saya disiplin adalah sesuatu yang tidak bisa di tawar-tawar. Tidak saja disiplin soal kehadiran para staf, namun juga disiplin administrasi dan keuangan," ucap Joni. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah

Berita Kab. Lima Puluh Kota