MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-02-22 20:07 WIB

Polres Kepulauan Mentawai Gelar IVA Test Meriahkan HUT Bhayangkari ke-38

<p>Polres Kepulauan Mentawai Gelar IVA Test Meriahkan HUT Bhayangkari ke-38<p>

VALORAnews - Polres Kepulauan Mentawai menggelar pemeriksaan Inspeksi Visual Asefet/IVA Test, Kamis (22/2/2018), di Gedung Serba Guna Sioban,...

Belum KTP Elektronik Diberi Catatan

Coklit Pemilihan Serentak 2018, Yusrin: 13 Elemen Data Pemilih Dicocokan dengan KK dan KTP

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 20-01-2018 | 16:59 WIB | 123 klik | Kota Padang
<p>Coklit Pemilihan Serentak 2018, Yusrin: 13 Elemen Data Pemilih Dicocokan dengan KK dan KTP<p>

Ketua KPU Padang, Muhammad Sawati mendampingi PPDP Kelurahan Jati Baru, melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) di kediaman Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Sabtu (20/1/2018) pagi. Coklit ini merupakan rangkaian kegiatan sebelum penetapan DP4 jadi DPS lalu dijadikan DPT Pilwako Padang yang akan digelar 27 Juni 2018 nanti. (humas)

VALORAnews - Sebanyak 1.704 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kota Padang, Sabtu (20/1/2018), bergerak serentak mendata 634.197 warga yang tercatat dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) pemilihan serentak 2018 di Kota Padang. Mereka mencocokan sekaligus melakukan penelitian (Coklit) data di DP4 ini mulai dari gubernur, pengusaha, anggota DPRD Padang hingga rakyat badarai.

"Coklit yang digelar serentak se-Indonesia ini, juga dilakukan komisioner KPU, anggota PPK dan PPS bersama PPDP. Sebelumnya, KPU bersama PPK, melakukan apel pagi di kantor KPU," ungkap Ketua KPU Padang, Muhammad Sawati.

Apel pagi jelang Coklit ini, dipimpin Ketua Divisi Program dan Data KPU Padang, Yusrin Trinanda. Di kesempatan itu, Yusrin mengingatkan peserta apel yang merupakan anggota PPK se-Kota Padang, untuk memastikan PPDP menemui setiap warga.


"Kalau tak bertemu hari ini. Temui lagi besoknya karena Coklit ini baru akan berakhir 18 Februari 2018 nanti. Setiap warga yang belum masuk DP4 ini tapi telah mengontongi dokumen kependudukan Kota Padang, harus didaftarkan sehingga tercatat dalam daftar pemilih sementara (DPS) hingga ditetapkan jadi daftar pemilih tetap (DPT) nantinya," ungkap Yusrin.

Pada Coklit ini, setiap PPDP akan mencocokan dokumen kependudukan warga (KTP, KK atau surat keterangan/Suket), dengan 13 elemen data yang ada di DP4. Ketigabelas elemen data itu di antaranya, nomor kartu keluarga (KK), nomor identitas kependudukan (NIK) pada kartu tanda penduduk (KTP), tempat dan tanggal lahir hingga lokasi RW dan RT tempat tinggal penduduk tersebut.

Pada Coklit serentak ini, KPU Padang membagi lima komisioner melakukan Coklit ke-11 kecamatan yang ada di ibu kota provinsi Sumbar itu. Yusrin Trinanda ke Koto Tangah dan Nanggalo, Chandra Eka Putra (Kuranji dan Pauh), Riki Eka Putra (Lubeg, Luki dan Bungtekab), Mahyudin (Padang Timur dan Selatan) serta Muhammad Sawati (Padang Barat dan Utara).

Tokoh yang di Coklit serentak di Kota Padang pad hari pertama ini di antaranya Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Mahyeldi (Wako Padang), Emzalmi (Wawako Padang), Herman Nawas (tokoh pendidikan), Yandril (anggota DPRD Padang), Darman Moenir (budayawan) dan lainnya.

Yang mesti dilakukan PPDP pada Coklit ini yakni mencatat pemilih yang telah memenuhi syarat, tetapi belum terdaftar dalam daftar pemilih, memperbaiki data pemilih apabila terdapat kesalahan, mencoret pemilih yang telah meninggal, mencoret pemilih yang telah pindah domisili ke daerah lain, mencoret pemilih yang telah berubah status sipil menjadi status TNI atau POLRI.

Kemudian, mencoret pemilih yang belum genap berumur 17 tahun dan belum kawin/menikah pada hari pemungutan suara, mencoret data pemilih yang dipastikan tidak ada keberadaannya, mencoret pemilih yang terganggu jiwa/ingatannya berdasarkan surat keterangan dokter, mencoret pemilih yang sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Selanjutnya, mencatat pemilih berkebutuhan khusus pada kolom jenis disabilitas, mencoret pemilih yang berdasarkan identitas kependudukan bukan merupakan penduduk pada daerah yang menyelenggarakan pemilihan.

"Disabilitas ini terdiri dari tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, tuna grahita dan disabilitas lainnya," ungkap Yusrin.

"Saat Coklit, PPDP juga meminta warga untuk memperlihatkan KTP elektronik beserta KK-nya. Jika belum KTP elektronik, juga diberi catatan pada kolom khusus di dokumen DP4," tambah Yusrin. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Metro

Berita Kota Padang