MITRA VALORA NEWS

Senin, 2018-08-20 21:56 WIB

Ferizal Ridwan Hadiri Peringatan Tahun Baru 1955 Caka Sunda

<p>Ferizal Ridwan Hadiri Peringatan Tahun Baru 1955 Caka Sunda<p>

VALORAnews - Wakil Bupati limapuluh Kota, Ferizal Ridwan (Sultan Purnama Agung)bersama Raja, Ratu, Sultan dan pemangku gelar adat yang tergabung...

Kantor Walinagari Pasir Talang 'Ditinggal' Staf

AI Mangindo Kayo | Senin, 05-02-2018 | 14:49 WIB | 338 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Kantor Walinagari Pasir Talang 'Ditinggal' Staf<p>

Kondisi Kantor Wali Nagari Pasir Talang pada, Senin (5/2/2018) sepi dari aktifitas. Hal ini, disebabkan perangkat dan staf nagari tidak masuk kerja. (diky lesmana/valoranews)

VALORAnews - Usai diwarnai penyegelan Kantor Walinagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan pada Jumat (19/1/2018) lalu, pada Senin (5/2/2018) seluruh perangkat dan staf nagari tidak masuk kantor.

Dari informasi yang dirangkum, hal ini disebabkan kisruh panjang antara masyarakat dengan walinagari. Hal ini, berimbas terhadap pelayanan masyarakat terganggu.

Anggota Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Pasir Talang, Dekri menyebutkan, tidak masuk kantornya seluruh staf perangkat nagari tersebut ditengarai adanya ancaman dari warga setempat. Hal itu katanya sesuai dengan kesepakatan yang dibuat antara warga dengan staf pemerintah nagari itu sendiri.


"Usai aksi penyegelan kantor Pemerintahan Nagari beberapa waktu lalu, warga meminta Walinagari Pasir Talang, Nofi Wandra di nonaktifkan. Ketika dimusyawarahkan didapatilah kesepakatan, bila Walinagari masuk kerja maka staf perangkat nagari tidak dibolehkan masuk kantor, demikian sebaliknya. Jika tidak demikian, maka warga mengancam akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Kisruh tersebut lanjutnya muncul lantaran masyarakat menilai Walinagari terlalu bersikap arogan dan egois dalam memimpin nagari. Sebagaimana layaknya seorang Raja yang mesti selalu diikuti titahnya.

"Walinagari ini terlalu terlalu egois dan arogan dalam memimpin, terutama memimpin internal pemerintahannya sendiri. Beberapa kali kami ada menerima laporan dari staf yang datang sambil menangis terkait hal itu," tukas Dekri.

Padahal, sambungnya, suksesnya proses pembangunan nagari tersebut tidak bisa dilaksanakan sendiri oleh Walinagari saja melainkan melibatkan semua unsur. Sementara jelasnya, Walinagari Pasir Talang saat ini tidak menghiraukan aspirasi dan masukan yang diberikan masyarakat termasuk oleh tokoh masyarakat setempat.

Sejatinya, tambah Dekri, sudah beragam persoalan yang terjadi antara Walinagari itu dengan masyarakat Pasir Talang sebelumnya. Sementara, permasalahan yang ada saat ini merupakan buntut dari persoalan tersebut.

"Ini merupakan puncak dari kekesalan yang ada pada masyarakat kepada Walinagari. Termasuk puncak dari salah satu persoalan pemilihan Kepala jorong di Tigo Lareh Bakapanjangan (TLB) di nagari itu. Walinagari dinilai cuek dengan permintaan masyarakat yang ada selama ini," akunya.

Meski demikian, pihaknya berharap agar kisruh yang terjadi antara Walinagari Pasir Talang bersama masyarakatnya itu secepatnya mereda dan tidak berlarut-larut. Pihak berwenang katanya diharapkan agar secepatnya memediasi dan turun untuk menyelesaikan persoalan itu.

"Pada intinya kami sebagai mintra kerja Walinagari sudah sering melakukan koordinasi terkait berbagai persoalan nagari ini. Mulai dari masalah kegiatan pembangunan nagari, termasuk dengan prilaku dan tindakan wali dalam memimpin stafnya, namun belum begitu mendapat respon," ujarnya.

Sementara itu, Wali Nagari Pasir Talang, Nofi Wandra mengaku, terkait masalah yang terjadi di nagarinya itu ada keterlibatan oknum yang sengaja membesar-besarkan masalah yang menurutnya semula tidak terlalu rumit. Apalagi sebutnya, persoalan yang ada tidak pula terkait dengan kegiatan pelayanan maupun kegiatan pemerintahan nagari.

Masalah tidak masuknya staf kantor wali, kata Nofi, telah disampaikan secara lisan kepada Camat Sungai Pagu tarkait penanganannya. Nanti katanya pihaknya akan melajutkan dengan laporan tertulis.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari (Dinsos dan PMD/N) Solsel, Hapison didampingi Kabid Pemnag, Ali Afrionel menyebutkan, pihaknya sudah menghadap Sekdakab Solsel, agar sesegera dilakukan mediasi dan melakukan upaya untuk menyelesaikannya. Apalagi nanti menyangkut terganggunya pelayanan pada masyarakat.

Sedangkan, Sekdakab Solsel, Yulian Efi, mengatakan akan menurunkan tim untuk melakukan evaluasi terkait masalah yang terjadi di Nagari Pasir Talang itu. Terkait tuntutan masyarakat untuk memberhentikan walinagari katanya, akan dipelajari dulu sesuai aturan yang berlaku.

"Aturannya, Walinagari itu berhenti, jika mengundurkan diri, meninggal dunia atau Walinagari terkait kasus pidana dan kasus yang sudah ditetapkan oleh pengadilan," kata Yulian Efi.(dky)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah