MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2018-08-21 21:06 WIB

Pemko Padang akan Revitalisasi Fase 1-7 Pasar Raya, Dilengkapi Hotel 8 Lantai

<p>Pemko Padang akan Revitalisasi Fase 1-7 Pasar Raya, Dilengkapi Hotel 8 Lantai<p>

VALORAnews - Pemerintah Kota Padang pada tahun anggaran 2018 ini, akan melakukan pengembangan revitalisasi Pasar Raya mulai dari Fase I sampai VII....

Pariwara Pemkab Solsel

Masyarakat Nagari Saribu Rumah Gadang Rindukan Kehadiran Presiden Jokowi

AI Mangindo Kayo | Selasa, 06-02-2018 | 23:08 WIB | 668 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Masyarakat Nagari Saribu Rumah Gadang Rindukan Kehadiran Presiden Jokowi<p>

Jokowi saat ekspedisi gunung kerinci tahun 1983 silam, tergabung dalam mahasiswa pecinta alam Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (Mapala silvagama).

VALORAnews - Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo berkunjung ke Sumatera Barat dan melakukan kunjungan kerja ke beberapa kabupaten/kota dengan beberapa kegiatan sepanjang 7-9 Februari 2018.

Kedatangan presiden ini, juga dirindukan masyarakat Solok Selatan. Masyarakat berharap orang nomor 1 di Indonesia ini juga dapat mendatangi kabupaten yang berjuluk "Nagari Saribu Rumah Gadang" itu.

Selain itu, masyarakat juga berharap presiden kembali bisa napak tilas. Karena, pada tahun 1983 lalu presiden pernah melewati Solok Selatan saat melakukan pendakian Gunung Kerinci.


"Kami bersama seluruh masyarakat Solsel, tentu sangat berharap agar Pak Jokowi bisa datang ke sini. Menyisipkan waktunya sedikit untuk kami bertemu dengannya secara langsung," kata Afrizal Amir, warga setempat.

Namun sayangnya, berdasarkan informasi yang berkembang, Presiden Jokowi dan rombongan diagendakan hanya mengunjungi Dharmasraya, Solok dan Tanahdatar. Dalam agenda yang telah ter-schedule, Solsel belum masuk dalam rencana kunjungan kerja presiden tersebut.

Meski demikian, Pemkab Solsel berharap, agar Jokowi tetap bisa singgah untuk memenuhi harapan masyarakat di wilayah tersebut. Tidak hanya itu, Pemkab Solsel juga tengah menunggu, agar presiden bisa meninjau langsung sekaligus meresmikan sedikitnya tiga proyek besar di wilayah tersebut.

"Di samping masyarakat, kami menaruh harapan agar bisa bertemu presiden secara langsung, kami juga tengah menunggu agar pak Jokowi datang ke Solsel untuk meninjau dan meresmikan sedikitnya tiga proyek besar pemerintah pusat yang ada di sini," kata Bupati Solsel, Muzni Zakaria.

Tiga proyek besar tersebut, lanjut Muzni, yakni peresmian jalur pendakian Gunung Kerinci via Solsel, yang tengah digandrungi wisatawan mancanegara. Keberadaan jalur sendiri diyakini akan mampu mendongkrak pencapaian target mendatangkan 20 juta Wisman ke Indonesia oleh Kementerian Pariwisata RI hingga tahun 2019 mendatang.

Kemudian, presiden juga ditunggu untuk ground breaking restorasi kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Kotobaru. Hal itu sesuai dengan inisiatif dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sendiri, karena SRG sejauh ini tetap eksis menjaga kebudayaan nusantara.

Lalu, sambungnya, juga ada kegiatan megaproyek pembangunan sarana dan prasarana pengendalian banjir dan sedimen Batang Bangko di Kotobaru, yang digelontorkan dana tahun ini sebesar Rp110,3 miliar. Ini merupakan anggaran tahap awal oleh Kemen PUPR. Dimana proyek tersebut diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp650 miliar secara multiyears.

"Alhamdulillah, proyek pengendalian banjir di Solsel senilai Rp110,3 miliar yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) oleh KemenPUPR ini masih terus berjalan. Sembari menanti kedatangan presiden, kita patut bersyukur, ditengah keterbatasan anggaran APBD Solsel, masih mendapatkan alokasi anggaran yang tidak sedikit jumlahnya dari pemerintah pusat," sebutnya.

Dijelaskan, proyek multiyears yang dikerjakan sejak 2017 lalu hingga kini itu, merupakan tahap I dari IV tahap yang direncanakan. Pihaknya berharap dukungan dari semua lini agar dapat tetap berjalan lancar sesuai perencanaan.

"Disaat banyak daerah yang sama-sama membutuhkan anggaran dan pemerintah pusat juga tengah keterbatasan anggaran, alhamdulillah Solsel mendapat kucuran dana sebesar Rp110,3 miliar tahap awal untuk proyek ini. Semua tentu saja berkat dukungan kita semua, termasuk Pihak BWS V, KemenPUPR dan juga pihak lainnya," ungkap Muzni.

Peduli Pelestarian Aset Budaya

Sementara itu, pegiat pariwisata Sumbar, Yulnofrin Nafilus menyebutkan, kedatangan presiden, tidak hanya sekadar ground breaking restorasi kawasan SRG saja. Banyak hal yang perlu ditinjau di Solsel termasuk menyapa rakyatnya sendiri di wilayah itu.

Inisiatif Menteri PUPR untuk restorasi SRG itu, menurutnya, akan memiliki dampak yang besar sekali. Bahwa pemerintah peduli terhadap pelestarian kekayaan aset budaya nasional yang luar biasa banyaknya. Dan pelestarian itu juga berarti mengembangkan destinasi wisata untuk membantu menarik minat dan mencapai target 20 juta wisman.

"Selain tiga proyek besar yang ada, dahaga rakyatnya juga perlu dipenuhi presiden. Sebelumnya, presiden diagendakan batal ke Solsel karena dinilai tanggung jika hanya memenuhi satu agenda saja yakni ground breaking kawasan SRG. Padahal, banyak agenda yang mesti ditinjau dan diresmikan oleh presiden di sana," katanya.

Bahkan, lanjutnya, sebagaimana inisiatif KemenPUPR sendiri bahwa pihaknya akan turut membawa Presiden ke Solsel sebab daerah itu dinilai telah mampu menjaga kelestarian adat dan budaya lewat kawasan SRG yang dibangun dan dipeliharanya.

Terlebih lagi, katanya, keberadaan jalur pendakian Gunung Kerinci via Solsel yang sejatinya telah pernah didaki oleh Presiden Jokowi sendiri dulunya. Dimana, jalur tersebut telah mampu mendatangkan belasan ribu wisman sejauh ini.

"Intinya, banyak hal penting yang ada di Solsel untuk dilihat langsung presiden. Kita berharap, kedatangan pak Jokowi Rabu ini bisa menyempatkan waktu untuk datang ke Solsel," pungkasnya. (adv)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar