MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-05-23 18:18 WIB

Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang

<p>Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang<p>

VALORAnews - Pemkab Solok Selatan (Solsel) kembali akan mengulang lelang jabatan bagi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpol PP dan...

Distribusi Air Ngadat, Warga Kampung Bukit Datangi Yayasan Koto Gadang

AI Mangindo Kayo | Kamis, 08-02-2018 | 17:34 WIB | 215 klik | Kab. Agam
<p>Distribusi Air Ngadat, Warga Kampung Bukit Datangi Yayasan Koto Gadang<p>

Pertemuan warga Bukit Jorong Koto Gadang di Kantor Yayasan Koto Gadang, terkait tak mengalirnya air ke Kampung Bukit, Kamis (8/2/2018). (hamriadi/valoranews)

VALORAnews - Belasan warga Kampung Bukit, Jorong Koto Gadang, Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Kamis (8/2/2018), mendatangi kantor Yayasan Koto Gadang guna mempertanyakan pendistribusian air bersih yang terputus sudah tiga tahun lamanya ke kampung mereka.

Kedatangan warga ke kantor yayasan, sekitar pukul 11.00 WIB itu, diterima seorang pekerja air bersih di bawah pengelolaan yayasan Koto Gadang, Adril, sekaitan pihak yayasan tidak berada ditempat. Tanya jawab antara warga dengan pekerja air bersih dalam pertemuan itu sempat memanas.

Suasana panas reda seketika setelah Adril pekerja air bersih mengucapkan kata maaf atas perkataan kasar dengan melontarkan kata 'ang' ke salah seorang warga.


Di antara hal yang disampaikan warga dalam pertemuan itu yakni, kenapa pada saat datuk di Koto Gadang pulang kampung, air bersih mengalir dan terputus setelah datuk pulang ke Jakarta.

Selain itu, sebelum perbaikan pipa distribusi air dilakukan, air bersih dapat mengalir ke rumah mereka. Namun, setelah pergantian pipa air bersih selesai pengerjaannya, air tidak lagi mengalir dan berlangsung sudah tiga tahun lamanya.

Akibat terputusnya air bersih tersebut, ketika adanya warga yang meninggal dunia, untuk memandikan jenazah terpaksa membeli air bersih. Selian itu, guna memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya, jika tidak membeli air bersih terpaksa warga mengambil air ke Masjid Koto Gadang.

Adril, selaku pekerja air bersih menyangkal tidak benar adanya kalau air mengalir sewaktu datuk pulang kampung. "Air tidak mengalir lantaran kampung Bukit berada di ketinggian, sementara tekanan air kurang kuat," katanya dihadapan warga.

Ia juga menyampaikan, tidak ada sama sekali upaya menutup pipa aliran air ke warga Bukit. Pasalnya, pipa air hanya satu dengan sistem paralel.

Dikesempatan itu, Adril mengutarakan, pemecahan masalah air bersih tersebut akan dibahas pada Rabu depan bersama Wali Nagari Koto Gadang, Polsek IV Koto dan unsur terkait.

Atas pernyataan Adril tersebut, warga yang hadir dalam pertemuan tersebut bersepakat menunggu hasil keputusan itu, dengan kembali pulang ke rumah masing-masing.

Kapolsek IV Koto, Iptu Edi kepada wartawan saat ditemui di kantornya terkait permasalahan air bersih dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan bakal muncul, berharap, pihak nagari Koto Gadang untuk cepat mencarikan solusinya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah