MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-11-15 19:13 WIB

Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal

<p>Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal<p>

VALORAnews -- Wali Kota Padang, H Mahyeldi menyambut positif keberadaan Persatuan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Sumatera Barat. Hal itu...

Sumber Air Warga Bukit Gado-bado Mengering, Warga Beli Air Galon untuk MCK

AI Mangindo Kayo | Rabu, 14-02-2018 | 18:40 WIB | 288 klik | Kota Padang
<p>Sumber Air Warga Bukit Gado-bado Mengering, Warga Beli Air Galon untuk MCK<p>

Seorang warga Bukit Gado-gado memperlihatkan sumur di rumahnya yang telah mengering, akibat kemarau yang melanda Padang sejak beberapa hari terakhir. (vebi rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Musim kemarau yang melanda Padang sebulan terakhir, mulai berdampak terhadap sumber air warga. Salah satu daerah yang mulai merasakan dampaknya adalah warga di kelurahan Bukit Gado-gado, Kecamatan Padang Selatan.

Sumber mata air yang selama ini jadi sumber utama untuk kebutuhan sehari har- banyak yang sudah mengering.

Menurut Nuraini (72), selama puluhan tahun tinggal di daerah itu, dia menggantungkan kebutuhan air dari mata air yang teletak di puncak bukit tersebut. Air dari mata air itu mengalir kerumah warga melalui selang-selang plastik, yang panjangnya mencapai puluhan bahkan ratusan meter.


"Memang ada sumber mata air lain yaitu sumur di Pangko, tapi untuk mencapai kesana kita harus turun jauh ke bawah jurang dan melalui semak-semak," ujar ibu yang akrab dipanggil Nini tersebut.

Sementara, Riki (42) mengaku, harus turun pagi-pagi untuk menumpang mandi ke kantornya.

"Kalau untuk konsumsi kita bisa mengandalkan air minum isi ulang, tapi bagaimana dengan kebutuhan lain seperti mandi dan mencuci," ujarnya.

Dia menambahkan, beberapa hari lalu, beberapa warga membeli air pada mobil tangki air minum isi ulang.

"Mobil tersebut datang dan kami beli sesuai kebutuhan dan sesuai daya tampung bak masing masing. Per ton nya kami beli seharga Rp50 ribu. Saya beli 2,5 ton. Air sejumlah tersebut, hanya bertahan tiga-empat hari," terang Riki.

Camat Padang Selatan, Fuji Astomi mengatakan, sudah menyampaikan masalah ini pada pihak PDAM dan memerintahkan pejabat kelurahan untuk mengurusnya.

Sekretaris Lurah Bukit Gado-gado, Firdaus, lalu menyampaikan permasalahan ini ke manajemen PDAM Padang.

Menurut Sekretaris PDAM Padang, Alfitra, pihaknya kesulitan dalam usaha pendistribusian air kewilayah tersebut.

"Armada kami tidak sanggup menempuh medan ke lokasi. Selain lokasinya tinggi, jalannya juga kecil. Sementara, armada kami sudah tua," ujarnya.

Untuk memastikan hal tersebut, Alfitra mengirim dua orang staffnya ke lokasi, Selasa (13/2/2018). Didampingi Firdaus, mereka bertemu ibu-ibu warga bukit Gado-Gado. Di sana, mereka mendengar keluhan ibu-ibu tersebut.

Kembali, kendala medan dan uzurnya mobil pengangkut air, membuat bantuan belum bisa diberikan.

Menurut salah seorang warga. kejadian seperti ini selalu berulang tiap musim panas, tapi hingga kini tidak pernah ada solusinya.

Menurutnya, terakhir sekitar 2015, masyarakat harus menempuh yang cukup terjal ke sumber mata air serta antri dengan jeriken untuk mendapat air.

Warga berharap, pemerintah segera mencarikan solusi agar masalah ini segera teratasi karena air adalah kebutuhan vital bagi kehidupan. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kota Padang