MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

Bupati Solsel dan Istri Dinobatkan jadi Ayah-Bunda Genre

AI Mangindo Kayo | Kamis, 22-02-2018 | 22:49 WIB | 548 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Bupati Solsel dan Istri Dinobatkan jadi Ayah-Bunda Genre<p>

Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria beserta Ny Suriati Muzni saat pemasangan selempang penanda dinobatkannya sebagai ayah dan bunda duta genre. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (21/2/2018) malam. (humas)

VALORAnews - Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria beserta Ny Suriati Muzni dinobatkan sebagai ayah dan bunda Generasi Berencana (genre) pada malam grand final Pemilihan Duta Genre Kabupaten Solok Selatan 2018 yang digelar di aula kantor bupati, Rabu (21/2/2018).

Hasil dari pemilihan duta genre itu, terpilih untuk kategori laki-laki, juara pertama, Masri Antoni perwakilan SMA 7, kedua Batiran dari SMA 4, dan pada posisi ketiga, Aldi dari SMA 1. Sementara, untuk kategori perempuan, pada juara pertama, Sanah Alfani dari SMA 2, posisi kedua, Wela MAN 1 serta Sarah dari SMA 1 pada posisi ketiga.

Pada sambutannya, Muzni berharap, duta genre bisa menjadi panutan bagi remaja dalam pengembangan diri, serta mempunyai karakter dan integritas.


"Duta Genre harus bisa menjadi sosok panutan dan percontohan bagi remaja karena mereka merupakan generasi muda yang dapat memahami dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilakunya ke arah yang positif," katanya.

Ia berpesan kepada duta genre, agar dapat menyosialisasikan kepada remaja, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya untuk menghindari hal-hal buruk dan menyampaikan apa saja yang sudah didapat selama karantina.

Program genre mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda.Program genre merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi perilaku menyimpang guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan.

Di kalangan remaja saat ini, sudah banyak terjadi kemerosotan moral di segala bidang kehidupan, mulai dari minuman keras, pergaulan bebas, remaja putus sekolah, pernikahan dini, seks pranikah, LGBT dan napza.

"Peran duta genre sangat diharapkan untuk menghindari remaja dari berbagai perbuatan menyimpang tersebut," ujarnya.

Apabila generasi muda seperti yang diharapkan, tentu saja ke depannya mampu memimpin bangsa ini menjadi lebih besar dan bermartabat.

Perwakilan BKKBN Sumbar, Syahrudin mengingatkan, remaja untuk tidak menikah dalam usia yang masih tergolong anak.Menurut dia, usia yang paling pas untuk menikah adalah 25 tahun bagi pria dan 21 tahun untuk wanita.

"Usia ini dinilai paling pas untuk membangun rumah tangga sehingga bisa merencanakan semua hal dengan matang," ujarnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas PZKB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lora Ayahanda Putri mengatakan, pemilihan duta genre merupakan suatu ajang prestasi bagi generasi berencana dan promosi dalam rangka menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara berencana, berkarir dan bekerja secara terencana dan menikah dalam penuh perencanaan.

"Tujuannya supaya generasi yang berencana menjadi cerdas dan kreatif, aktif dan bisa berintegrasi sosial," katanya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar