MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-05-23 18:18 WIB

Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang

<p>Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang<p>

VALORAnews - Pemkab Solok Selatan (Solsel) kembali akan mengulang lelang jabatan bagi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpol PP dan...

Pulau Nyaunyau Gerbang KEK Mentawai, Wagub: Pulau Ini Bagian NKRI

AI Mangindo Kayo | Selasa, 27-02-2018 | 20:18 WIB | 184 klik | Kab. Mentawai
<p>Pulau Nyaunyau Gerbang KEK Mentawai, Wagub: Pulau Ini Bagian NKRI<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit disuguhi masyarakat dengan kelapa muda di pulau terluar Sumatera, Pulau Sinyanyao, kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (26/2/2018). (humas)

VALORAnews - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit dan rombongam Forkopimda menginjakan kaki di pulau terluar Sumatera, Pulau Sinyanyao, kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (26/2/2018).

Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyampaikan ini merupakan pulau terluar bagian barat Indonesia. Pulau Sinyaunyau tetap terpantau dalam kawasan Republik Indonesia.

"Kita juga bangga, kegiatan Latihan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016, yang digelar di Padang, Sumatera Barat lalu, sempat membuat monumen yang mengisyaratkan Pulau Nyaunyau sebagai bahagian wilayah Indonesia," terang Nasrul Abit.


"Kita bangga hari bisa juga menganti bendera merah putih yang baru karena telah lusuh ditiup angin dan bagai begitu kencang setiap hari di daerah ini," tambah Nasrul Abit

Dikatakan Nasrul Abit, di Pulau Nyaunyau ini telah berpenghuni lebih dari 20 KK. Ini juga terlihat saat mereka menanti kunjungan Wagub dan Forkopimda dengan air kelapa muda yang menyejukan di tengah hari.

Karena Pulau Nyaunyau bagian terluar dari lokasi KEK, terangnya, tentu di pulau ini perlu ada pengawasan dari aparat baik TNI, Polri juga dari imigrasi sebagai pintu gerbang lokasi wisata bahari Kawasan Ekonomi Khusus serta satu kapal patroli yang memantau setiap hari.

Nasrul Abit juga menyapa dan berdialog santai dengam masyarakat Nyaunyau sembari menikmati kelapa muda yang mereka ambil dan dibagi satu persatu kepada tamu yang hadir.

"Mereka baru mengisi Pulau Nyaunyau ini sejak 2015, setelah kunjungan pemprov Sumbar pada saat ada bendera asing berkibar di pulau ini, karena sebelumnya pulau ini kosong hanya sebagai peladangan saja bagi masyarakat," ujar Nasrul Abit.

Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Mirza Agus, juga mengatakan, Kepulauan di Mentawai memang belum termasuk pengamanan pulau terluar, seperti Pulau Natuna di Provinsi Kepulauan Riau. "Jadi, kepulauan Sinyaunyau ini tetap menjadi perhatian kita bersama, bersyukur ada latihan komando kemaren bersama bupati membangun monumen," terang Nasrul Abit.

"Ini memang sebuah kepedulian yang patut kita pujikan, kemudian bendera lama diganti baru. Ini tanda bupati hebat," ujar Brigjen Mirza dengan nada senang.

Dia meminta, kegiatan pembangunan Mentawai mementingkan kepentingan bangsa dan negara serta kesejahteraan masyarakat. "TNI mendukung dan mendorong kemajuan pembangunan daerah, soal tanah mesti diselesaikan dengan baik jangan sampai terbengkalai hingga sampai anak cucu kita," terangnya.

"Cari investor yang layak dan kaya, agar persoalan pembangunan akan cepat dan cantik hasil kerjanya serta cepat berkembang sehingga kemajuan dapat diraih dengan cepat," harap Brigjen Mirza Agus. (rls/vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah