MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2018-10-20 19:56 WIB

Asnel Apresiasi Dzikir Akbar Peringati Hari Santri 2018

<p>Asnel Apresiasi Dzikir Akbar Peringati Hari Santri 2018<p>

VALORAnews - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Asnel menyambut baik peringatan Hari Santri Nasional yang keempat tingkat Kota Padang. Kegiatan...

Trans Siberut Diusulkan jadi Ruas Jalan Nasional

AI Mangindo Kayo | Jumat, 02-03-2018 | 21:28 WIB | 206 klik | Kab. Mentawai
<p>Trans Siberut Diusulkan jadi Ruas Jalan Nasional<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit memaparkan persoalan Mentawai pada sosialisasi kebijakan Pelayanan Perizinan bagi Aparatur DPMPTSP, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, dan Pelaku Usaha Mentawai di Padang, Kamis (1/3/2018). (humas)

VALORAnews - Wagub Sumbar, Nasrul Abit memaparkan sejumlah tantangan yang harus segera dijawab, dalam rangka percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Transportasi, air bersih dan cara pandang pemangku adat/masyarakat asli terhadap kebijakan pembangunan dan orang luar (baik aparat pemerintah maupun investor)," ungkap Nasrul Abit pada sosialisasi kebijakan Pelayanan Perizinan bagi Aparatur DPMPTSP, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, dan Pelaku Usaha Mentawai di Padang, Kamis (1/3/2018).

Dikatakan Nasrul Abit, saat ini di Mentawai tengah dibangun infrastruktur jalan sepanjang 41 km dari dari total 167 km ruas jalan Siberut. Ruas jalan ini menghubungkan Pei-Pei ke Labuan Bajau. Saat ini, kondisinya telah diselesaikan Pemkab Mentawai.


"Sisa ruas jalan yang belum rampung, akan diupayakan jadi jalan nasional yang tercakup dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Siberut," terang Nasrul Abit.

KEK yang meliputi kawasan Siberut seluas kurang lebih 2600 ha dengan nilai investasi sekitar Rp11 Triliun, ungkap Nasrul Abit, telah hampir rampung penyusunan dokumen yang diperlukan. Dimana 17 dari 18 syaratnya telah dipenuhi Pemprov Sumbar.

"Tinggal satu yang belum, dokumen Amdal. Kalau sudah selesai, tinggal dipresentasikan ke pusat dan Dewan KEK," terang Nasrul Abit.

Dioa mengungkapkan, jika KEK ini selesai maka sisa ruas jalan Siberut sebagaimana yang ia sebutkan sebelumnya juga akan selesai dan ekonomi masyarakat perlahan akan hidup dan menggeliat.

"Ini kalau terbuka, semua desa di dalam akan terhubungkan. Akan ada nanti jaringan-jaringan jalan ke jalan poros. Ini nanti yang akan menghidupkan ekonomi," ungkapnya.

Sementara itu, untuk ruas jalan di Sipora, Nasrul Abit mengatakan,. secara umum sudah tidak ada masalah yang patut dikhawatirkan. Karena, ruas jalan tersebut telah menjadi jalan nasional.

"Tinggal dibikin jalan-jalan desa untuk menghubungkan," sebutnya.

Di ujung paparannya menyangkut transportasi, Nasrul Abit menegaskan, transportasi dan infrastruktur penunjangnya adalah hal utama yang harus segera dituntaskan jika ingin mengeluarkan Kabupaten Kepulauan Mentawai dari ketertinggalan. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar