MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2018-07-17 21:05 WIB

10 Persen Caleg DPRD Provinsi Partai Golkar Berusia Dibawah 30 Tahun

<p>10 Persen Caleg DPRD Provinsi Partai Golkar Berusia Dibawah 30 Tahun<p>

VALORAnews - Partai Golkar Sumbar, mengajukan 10 persen dari 65 orang bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) untuk DPRD provinsi pada Pemilu 2019....

Listrik Pelabuhan Teluk Tapang Bisa Dipasok dari PLTB Mandailing Natal

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 10-03-2018 | 19:23 WIB | 229 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Listrik Pelabuhan Teluk Tapang Bisa Dipasok dari PLTB Mandailing Natal<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit berdialog dengan Syahiran (Bupati Pasaman Barat) serta Kementrian ESDM, terkait rencana pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang, di Pasaman Barat, Jumat (9/3/2018). (humas)

VALORAnews - Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit bersama Syahiran (Bupati Pasaman Barat) serta Kementrian ESDM, membahas potensi pasokan listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) bagi pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang, di Pasaman Barat, Jumat (9/3/2018).

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi ESDM, Yunus Syaifulhaq menjelaskan, pasokan energi listrik Teluk Tapang dapat dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB) Mandailing Natal, Sumatera Utara.

"PLTPB tersebut sudah membor 14 sumur dan sudah siap untuk menggerakkan turbin berkapasitas 60 MW dari 500 MW yang direncanakan. Tahun ini, ditargetkan sudah bisa memproduksi listrik 40 MW," ungkap Yunus.


Sementara, di Pasaman, juga sudah ada perusahaan yang akan mengembangkan PLTPB Cubadak dengan potensi 60 MW dan PLTB Bonjol dengan kapasitas 200 MW.

Selain itu, ungkap Yunus, pasokan listrik bagi Pelabuhan Teluk Tapang, dengan membangun jaringan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Agam.

Sehari sebelumnya, Kepala Badan Litbang ESDM bersama Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perhubungan Setdakab Pasaman Barat dan perwakilan PT Pelindo II, meninjau lokasi pelabuhan Teluk Tapang, untuk mengetahui secara detil kondisi saat ini dan rencana pengembangannya.

Berdasarkan peninjauan tersebut, disimpulkan untuk membangun infrastruktur jalan dan listrik dibangun terlebih dulu, agar pelabuhan dapat beroperasi lebih cepat.

Kepala Badan Litbang ESDM, FX Sutijastoto menjelaskan, pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang akan mendorong pembangunan perekonomian dan membuka pasar energi. Aset pelabuhan ini bisa dikembangkan setelah dikaji bersama PT Pelindo II.

"Apabila pelabuhan ini dioperasikan dan berkembang, manfaat ekonominya cukup besar," terang Sutijastoto.

Sementara itu, Nasrul Abit yang juga Ketua Satuan Tugas Investasi Sumatera Barat memaparkan, selama ini truk CPO dari Pasaman Barat menempuh perjalanan sejauh 300 km selama 10 jam, menuju pelabuhan Teluk Bayur di Padang.

"Pelabuhan besar ini sering kali mengalami kelebihan kapasitas, sehingga mengakibatkan waktu tunggu muat barang hingga 10 hari. Hal ini tentu jadi potensi bagi Pelabuhan Teluk Tapang, karena calon pengguna pelabuhan sudah ada," terang Nasrul Abit.

"Wilmar merupakan salah satu produsen CPO terbesar di Indonesia yang pabriknya ada di Sumbar. Mereka menyatakan berminat untuk menggunakan Pelabuhan Teluk Tapang jika pelabuhan tersebut beroperasi," tambah Nasrul Abit.

Nasrul Abit disela-sela pertemuan menyampaikan pembangunan cold storage untuk penyimpanan hasil tangkapan nelayan, dapat segera dibangun jika pasokan listrik sudah tersedia. "Produksi ikan tangkap Kabupaten Pasaman Barat cukup melimpah dan para nelayan seringkali kesulitan mendapatkan balok es untuk mengawetkan ikan pada saat ikan melimpah," ungkapnya.

Selain itu, Nasrul Abit juga memastikan, perlunya koordinasi dengan PT Pelindo II, Dinas Perhubungan dan Kemenko Maritim untuk memastikan Pelabuhan Teluk Tapang dapat termanfaatkan.

Kepala Bappeda Pasaman Barat menguraikan, saat ini sudah ada 122 hektar lahan untuk pelabuhan Teluk Tapang dan rest area serta 12 tapak. Pemprov telah mengajukan perubahan ijin penggunaan lahan seluas 168 hektar. Lahan tersebut, dinilai Nasrul Abit sudah cukup untuk pembangunan gudang, kantor, cool storage dan fasilitas lainnya.

Project Management Advisor Badan Litbang ESDM, Syaiful Manan menjelaskan bahwa perlu diperjuangkan revitalisasi aset pelabuhan. Tahap pertama adalah pembicaraan dengan Dinas Perhubungan terkait pengelolaan aset. Pelabuhan ini, menurut dia, sebaiknya dikelola PT Pelindo II dengan melibatkan BUMD.

"Untuk jangka panjang BUMD mendapat transfer teknologi dan diasistensi Pelindo II sehingga bisa independen," terangnya.

"Perlu dibuatkan kerjasama operasi dengan jangka waktu yang jelas, antara 15-20 tahun dengan Pelindo II sehingga pengelolaan dapat dipindahkan ke pemerintah daerah," sarannya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Alex Indra Lukman mengucapkan selamat hari raya idul fitri

Komentar

Berita Kab. Pasaman Barat

PILKADA KOTA PADANG 2018