MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2018-08-21 17:18 WIB

Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini

<p>Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini<p>

VALORAnews - Satu unit bus antar kota dalam provinsi (AKDP) merk Tranek Mandiri, terbakar di kawasan Malibou Anai, Selasa (21/8/2018) sekitar pukul...

Puluhan Rumah Terendam Banjir di Muara Labuh, 1 Jembatan Runtuh

AI Mangindo Kayo | Minggu, 11-03-2018 | 18:19 WIB | 495 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Puluhan Rumah Terendam Banjir di Muara Labuh, 1 Jembatan Runtuh<p>

Jembatan yang menghubungkan Jorong Janjang Kambiang menuju Batu Bajarang, Nagari Luak Kapau Pauah Duo, Kecamatan Pauah Duo, rusak diterjang air sungai yang meluap, Sabtu (10/3/2018). (humas)

VALORAnews - Hujan deras melanda Kabupaten Solok Selatan dua hari terakhir. Berakibat, puluhan rumah terendam. Selain itu, banjir juga memutus akses jembatan penghubung antar jorong, Sabtu, (10/3/2018).

Kampuang Tarandam, Nagari Pasar Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, terendam luapan air dari Batang Suliti dan Batang Bangko. Akibatnya, puluhan rumah warga yang berada di dua pertemuan sungai ini terendam banjir.

Satu unit jembatan penghubung di Jorong Janjang Kambiang menuju Batu Bajarang, Nagari Luak Kapau Pauah Duo, Kecamatan Pauah Duo, juga rusak akibat diterjang air sungai yang meluap.


Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Editorial mengatakan, Kampung Tarandam, Nagari Pasar Muara Labuh direndam banjir. Sebagian lagi di Kalampaian, Nagari Pasia Talang Selatan.

Tapi, luapan Batang Bangko dan Batang Suliti itu, tidak merusak penukiman warga meski ada puluhan rumah warga yang dimasuki air.

"Air hanya mengenang di pemukiman dan jalan raya. Meski masuk ke rumah, namun hanya genangan dan itupun tidak merusak peralatan dan barang rumah tangga warga," katanya.

Dijelaskan, luapan air Batang Bangko dan Batang Suliti itu mulai merendam rumah warga, sekitar pukul 08.00 WIB. Berselang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB, air sudah mulai surut.

"Ketika air mulai masuk pemukiman warga, personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan Pusdalops sudah berada di lokasi yang terendam banjir untuk melakukan antisipasi," jelasnya.

Akibat hujan ini, satu unit jembatan penghubung di Janjang Kambiang menuju Batu Bajarang dan daerah lainnya di Kecamatan Pauah Duo, rusak akibat disapu air bah di Batang Bangko Ketek. Akibatnya, satu jorong di Kecamatan Pauh Duo terancam terisolasi akibat jembatan ini rusak.

"Satu jembatan darurat yang menghubungkan Batu Bajarang ke daerah lain melalui Janjang Kambiang, yang dibangun usai banjir bandang pada 2016, putus akibat arus air sungai yang deras," ungkapnya.

Pembangunan jembatan yang putus tersebut, merupakan bantuan dari perusahaan konstruksi yang tengah melaksanakan pembangunan di daerah itu dan pelaksanaannya dilakukan masyarakat setempat. Jembatan itu dibangun pada Januari 2018 lalu.

Selain itu, ada jalan di Simpang Batuang, Nagari Kapau Pauah Duo, Kecamatan Pauah Duo, juga rusak tergerus aliran air di Batang Bangko.

"Untuk menuju ke Batu Bajarang, juga bisa melalui Taratak Baru. Namun, jalan yang menuju jembatan gantung yang mengubungkan daerah itu jebol, akibat hamtaman arus Batang Bangko," jelasnya.

Jika jembatan itu tidak ada, untuk menuju ke daerah itu hanya ada satu jalan, yakni memutar ke Sungai Duo yang jaraknya sekitar 7-8 kilometer dan membutuhkan waktu cukup lama.

"Jembatan ini sangat diperlukan warga sekitar. Untuk itu, kami akan segera berkoordinasi agar ada jalan keluarnya," katanya.

Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Solsel, Firdaus Firman mengatakan, daerah itu selain dihuni sekitar 130 kepala keluarga (KK) dengan 400 jiwa, di Batu Bajarang juga telah ada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Sekolah Dasar dan Pondok Pesantren.

Sejumlah pelajar yang berada di sekitar jorong itu, menjadikan Batu Bajarang sebagai jalur alternatif untuk menuju ke SMPN yang berada di Sungai Duo.

"Jembatan ini sangat di butuhkan warga sekitar, jika tidak ada jembatan tersebut mereka akan menempuh perjalanan yang jauh," sebutnya. (rls).

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah