MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-10-18 12:02 WIB

Sirine Tsunami Bunyi Tanggal 13 dan 26, Artinya Lagi Ujicoba Rutin

<p>Sirine Tsunami Bunyi Tanggal 13 dan 26, Artinya Lagi Ujicoba Rutin<p>

VALORAnews - Dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana gempa dan tsunami, BPBD Kota Padang melakukan uji coba aktivasi...

Desri Gelar Silaturahim dengan Kaum Suku Guci dan Malayu Gunung Sangku

AI Mangindo Kayo | Kamis, 15-03-2018 | 14:28 WIB | 279 klik | Kota Padang
<p>Desri Gelar Silaturahim dengan Kaum Suku Guci dan Malayu Gunung Sangku<p>

Calon wakil walikota Padang, Desri Ayunda menerima berbagai masukan saat berdiskusi dengan kaum suku Guci dan Malayu di Gunung Sangku, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Rabu (14/3/2018). (istimewa)

VALORAnews - Tingkat pendapatan masyarakat yang ada di pusat kota, jika dibandingkan dengan yang bermukim di daerah pinggiran, terlihat mencolok. Nyaris berbanding terbalik. Hal itu diperkuat dengan angka kemiskinan di Kota Padang yang mencapai angka 26 persen. Mayoritas penduduk miskin itu berada di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Lubuk Begalung dan daerah pinggiran lainnya.

Hal itu dikatakan Calon Wakil Walikota Padang nomor urut 1 di pemilihan walikota (Pilwako) Padang, Desri Ayunda ketika bersilaturahmi dengan kaum suku Guci dan Malayu di Gunung Sangku, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Rabu (14/3/2018). Silaturahmi kaum suku Guci dan Malayu ini, diinisiatori Tengku Zainal, salah seorang ninik mamak dan tokoh agama di daerah itu.

Gunung Sangku berada 2 Km dari pusat pemerintahan Kota Padang di Aia Pacah. Namun, akses jalan ke daerah itu masih becek. Walau secara administratif berada di kecamatan Nanggalo, namun untuk mencapai daerah itu mesti memutar melewati kecamatan Kuranji.


Tak ada akses langsung ke Gunung Sangku dari Kurao Pagang, yang merupakan daerah tetangganya. Selain itu, Gunung Sangku termasuk salah satu kantong kemiskinan di ibu kota provinsi Sumbar ini.

"Kami mengajak ninik-mamak, anak kemenakan, mande, etek, urang sumando, untuk berjuang bersama-sama. Kami, pasangan calon walikota dan wakil walikota Padang, Emzalmi-Desri Ayunda bertekad mengentaskan kemiskinan tersebut. Tanpa dukungan kita semua, maka perjuangan itu akan sia-sia," ujar Desri dalam pertemuan itu.

"Saya bersuku Guci. Saya maju mendampingi Pak Em, tidak lain tidak bukan, hanya ingin berbuat untuk nagari, yaitu Kota Padang ini" tegas Desri sembari mengingatkan, pencoblosan Pilwako Padang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 nanti.

Sementara itu, Taungku Zainal mengatakan, pertemuan tersebut diadakan dalam rangka menjalin silaturrahmi dengan anak keponakan. "Tanda kita sekaum dengan Desri Ayunda selaku anak keponakan suku Guci, dunsanak kita di Tabiang Koto Tangah," ungkapnya.

Tengku Zainal mengaku, sudah menggelar pertemuan semacam serupa di beberapa tempat dengan kaum suku Guci dan Malayu. Tujuannya, untuk memberikan dukungan kepada anak kemenakan kaum suku Guci dan Malayu, Desri Ayunda.

"Kita sosialisasikan kepada kaum suku Guci dan Malayu yang ada di daerah ini, ada anak kemenakan kita yang maju di Pilkada Kota Padang. Namanya Desri Ayunda, dari suku Guci Koto Tangah," terangnya.

"Alhamdulillah, Desri Ayunda diterima dengan baik, bahkan dikatakan, 'Naif kita suku Guci dan Malayu tidak mendukung Emzalmi-Desri Ayunda," tambah dia.

Ia mengatakan, pada Pilkada 27 Juni 2018 nanti, kaum suku Guci dan Malayu yang sudah terjamah sosialisasi tersebut bertekad, seayun selangkah untuk memenangkan pasangan Emzalmi-Desri Ayunda.

"Persatuan saiyo dalam gagam suku Malayu dan Guci, bersatu padu menyukseskan anak kaum Guci untuk menjadi pemimpin di daerah ini," tukasnya.

Hadir pada kesempatan itu, ninik mamak, anak kemenakan, urang sumando dan bundo kanduang kaum suku Guci dan Malayu Gunung Saku, Ketua Tim Relawan Pemenangan Emzalmi-Desri Ayunda, Marzuki Onmar dan Ketua Divisi Penggalangan Massa Tim Advance Relawan Emzalmi-Desri Ayunda, Zulkifli. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar