MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-09-19 06:35 WIB

Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018

<p>Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018<p>

VALORAnews -- Portal sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Badan (CPNS) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan alamat http://sscn.bkn.go.id...

Perbaikan Infrastruktur jadi Harapan Warga di Reses Anggota DPRD Sumbar

AI Mangindo Kayo | Kamis, 22-03-2018 | 16:15 WIB | 233 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Perbaikan Infrastruktur jadi Harapan Warga di Reses Anggota DPRD Sumbar<p>

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar, HM Nurnas saat berdialog dengan warga Sikayan, Pasie Laweh, saat reses Dapil, akhir pekan lalu. (istimewa)

VALORAnews - Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar, HM Nurnas menilai, reses bagian dari aplikasi kewajiban representatif anggota dewan. Aturannya satu kali di setiap masa sidang. Tapi, pada masa sidang pun, seharusnya wakil rakyat harus tetap melakukan kewajiban representatifnya yakni menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.

"Reses adalah ujud dari kewajiban representatif wakil rakyat. Di reses banyak aspirasi, kaduan dan permohonan disampaikan ke wakil rakyat yang mewakili masing-masing daerah pemilihannya," ungkap Nurnas usai melaksanakan reses dari 13-19 Maret ke Daerah Pemilihannya (Dapil) Pariaman dan Padangpariaman.

Pada reses masa sidang pertama DPRD Sumbar, politisi senior Partai Demokrat ini menyapa masyarakat pada tiga nagari yakni Nagari Silabutan, Ketaping dan Pasia Laweh. "Allhamdulillah warga di tempat saya reses sangat antusias, bahkan selalu berlebih dari anggaran reses yang mengakomodir 400 peserta. Kalau hitungan saya, reses kemarin justru mencapai lebih seribuan orang," ujar Nurnas.


Nurnas mengucap banyak terima kasih, atas sambutan masyarakat di tiga nagari yang berada di Kecamatan Batang Anai dan Lubukaluang. "Saya akui, perjuangan aspirasi masyarakat tidak semuanya langsung bisa terpuaskan, karena kebutuhan publik itu banyak," ujarnya.

Yang pasti, aspirasi masyarakat di Padangpariaman dan Pariaman, umumnya tidak pula muluk-muluk, namun masih diharapan yang logis, tepat sebagai wakil rakyat memperjuangkannya. Seperti infrastuktur jalan antar korong yang berpuluh tahun masih jalan tanah.

"Kami berharap melalui Pak Nurnas, bisa diperbaiki menjadi jalan beton atau aspal," ujar Wali Korong Kampung Kalawi, Nagari Pasia Laweh, Khaidir menyampaikan harapannya saat reses Nurnas di sana.

Sedangkan di Korong Sikayan, aspirasi warganya meminta Nurnas berjibaku mengakomodirnya.

"Jalan Ngalau Air Hilang, merupakan potensi tersembunyi mutiara pariwisata di sini. Jalannya hanya sepanjang 1,2 kilometer, tapi masih jalan tanah. Sudah sering dikur petugas terkait, malah sudah tender dan ada pemenang, tapi kenyataannya hingga kini nol besar," ujar tokoh masyarakat Sakayan, Irfan Chaniago.

Tokoh masyarakat Sikayan, Datuk Bandaro Basa juga mengakui kekecewaan minimnya perhatian pemerintah ke Sikayan.

"Material galian C, sumbernya dari nagari ini, Pak Nurnas. Tapi, jalan dari pasar Lubuk Alung ke Sikayan rusak berat, tanpa tersentuh perbaikan. Apakah kami ini tidak bagian NKRI, bagian Sumbar dan Padangpariaman, sehingga dibiarkan kami di Sikayan ini tidak merasakan geliat pembangunan," ujarnya. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar