MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-10-18 18:16 WIB

Ilusi Band Ajak Berperilaku Jujur Lewat Rilis Lagu Bohong

<p>Ilusi Band Ajak Berperilaku Jujur Lewat Rilis Lagu Bohong<p>

VALORAnews - Seperti kerang memendam mutiara, akhirnya Ilusi Band merilis lagu ke tiga berjudul Bohong. Lagu ini adalah lagu pertama ditulis Ilusi...

Home » Gagasan

Moral Generasi

Selasa, 2017-05-09 | 22:20 WIB | 383 klik
<p>Moral Generasi<p>

Musfi Yendra

Pembina Dompet Dhuafa Singgalang

Sekitar dua tahun lalu saya baca berita seorang gadis siswi madrasah tsanawiyah nekad gantung diri. Dengan orang tuanya ia tak pernah ada masalah. Di rumah pun anaknya dikenal baik, riang dan alim. Keluarganya termasuk berkecukupan secara materi.

Orang tuanya shok menemukan anaknya pagi hari tergantung dengan seutas tali di kamarnya. Di meja belajarnya ia meninggalkan sebuah surat. Isi surat itu ia memilih bunuh diri karena diputus oleh pacarnya.

Seorang teman yang bekerja memperbaiki komputer cerita pada saya. Sekali waktu ia didatangi oleh tetangganya seorang mahasiswi untuk diminta bantu install ulang komputernya. Karena bertetangga ia tahu betul tentang mahasiswi tersebut.


Anak rumahan yang tampak alim, berprestasi, tidak terlibat pergaulan bebas dan sebagainya. Tetapi alangkah kagetnya teman saya itu, ketika mengecek data di komputer yang harus ia selamatkan. Ada beberapa video hubungan seks si mahasiswi tersebut dengan pacarnya.

Hari kemarin, kita juga melihat di televisi, kasus tawuran antar siswa sekolah menengah di Klaten, setelah pengumuman kelulusan ujian nasional, tragedi penyerangan dan pembacokan mengakibatkan beberapa orang terluka parah.

Kisah nyata tersebut mengambarkan, betapa mengkhawatirkan moral generasi muda kita saat ini. Setiap hari kita membaca dan mendengar berita kasus amoral seperti narkoba, gerakan LGBT, pelacuran, tawuran antar siswa, pergaulan bebas, kekerasan, geng motor dan lain sebagainya.

Predator moral ini, merusak hingga batas-batas etika, nilai agama dan adat istiadat yang dipegang oleh masyarakat. Penyalahgunaan teknologi menjadi wadah paling cepat rusaknya moral generasi kita. Padahal kemajuan teknologinya sejatinya digunakan untuk hal-hal yang positif. Faktanya semakin canggih teknologi juga semakin meningkat kasus amoral.

Apa solusi moral generasi ini? Siapa disalahkan?

Dalam pranata sosial keluarga memiliki peran strategis membentuk karakter anak. Bahwa setiap pasangan yang menikah harus membekali diri dengan baik, tak hanya cuku berpendidikan tinggi. Tak jaminan pendidikan tinggi bisa membentuk karakter generasi.

Selain itu keteladanan adalah hal mutlak dilakukan oleh bagi setiap orang tua. Pemerintah harus juga menerapkan hukum yang tegas bagi setiap pelaku amoral, agar kemudian menjadi efek jera. Semua pihak harus berkontribusi mencegah berkembangnya kebobrokan moral. (*)

Komentar

Gagasan lainnya

<p>Hari Tani Nasional dan Prakarsa Desa<p> Senin, 24-09-2018 15:38 WIB

Hari Tani Nasional dan Prakarsa Desa

oleh: Indra Sakti Lubis
Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)
<p>Makanan dalam Konteks Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar<p> Kamis, 07-06-2018 23:10 WIB

Makanan dalam Konteks Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar

oleh: Iqbal Tarigan
Menteri Komunikasi & Informasi BEM KM Unand
<p>Kisah Keluarga Ibrahim dan Imran<p> Rabu, 23-05-2018 14:48 WIB

Kisah Keluarga Ibrahim dan Imran

oleh: Irsyad Syafar
Pendidik di PIAR
<p>Kisah dan 'Ibrah<p> Jumat, 18-05-2018 01:17 WIB

Kisah dan 'Ibrah

oleh: Irsyad Syafar
Pendidik di PIAR