MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-10-18 18:16 WIB

Ilusi Band Ajak Berperilaku Jujur Lewat Rilis Lagu Bohong

<p>Ilusi Band Ajak Berperilaku Jujur Lewat Rilis Lagu Bohong<p>

VALORAnews - Seperti kerang memendam mutiara, akhirnya Ilusi Band merilis lagu ke tiga berjudul Bohong. Lagu ini adalah lagu pertama ditulis Ilusi...

Home » Gagasan

Mengurai Kemiskinan

Selasa, 2017-06-20 | 00:27 WIB | 354 klik
<p>Mengurai Kemiskinan<p>

Musfi Yendra

Pembina DD Singgalang

Indonesia negara kaya raya. Sumber daya alam tiada tandingannya di dunia. Apa saja ditanam tumbuh karena tanahnya subur. Isi perut bumi jika dieksplorasi hasilnya tak akan habis. Lautannya terluas di dunia. Hutan tropis terhampar se-nusantara.

Tapi mengapa di negara yang sekaya ini masih terdapat puluhan juta orang miskin? Di Indonesia kemiskinan menjadi salah satu fokus yang dihadapi oleh pemerintah, baik secara nasional maupun lokal.

Kemiskinan akan bisa menyebabkan munculnya persoalan lain di tengah masyarakat seperti tindak kriminal, kebodohan, penyakit dan bahkan penjajahan dari bangsa lain.


Kemiskinan sebenarnya tidak hanya menyangkut aspek ekonomi saja, tetapi juga menyangkut aspek lain, seperti aspek kesehatan, pendidikan, sosial dan psikologis, namun kemiskinan dan ekonomi mempunyai kaitan yang sangat erat.

Penyebab kemiskinan berbeda di setiap wilayah. Masalah kemiskinan di pedesaan nampaknya erat kaitannya dengan masalah sektor pertanian, sedang di daerah perkotaan, kemiskinan hampir terjadi di semua sektor dan lebih komplek.

Kesenjangan antara si miskin dan si kaya juga semakin jomplang. Sehingga tendensius strata kehidupan masyarakat juga mendorong terciptanya konflik horizontal.

Kejahatan dan kriminalitas meningkat, disebabkan karena orang mencari makan dengan jalan pintas. Maling, rampok, penculikan, pembunuhan terjadi tanpa bisa dihalangi.

Di tingkat elit, korupsi juga merajalela. Penyalahgunaan jabatan dan wewenang untuk kepentingan pribadi jadi tontonan memuakkan kita setiap saat. Penjara sudah tidak mampu membuat orang jera.

Masalah kemiskinan ini harus diurai, kalaupun tak akan bisa menghilangkannya seratus persen. Akar masalah kemiskinan sektoral kota dan pedesaan harus dicabut secara pasti.

Tentu saja desain program pemberantasan kemiskinan harus lebih baik dan terarah.

Kemiskinan tak akan hilang juga program masih berupa bantuan langsung. Harus bersifat pemberdayaan dengan pola pendampingan berkelanjutan.

Tujuannya kemandirian masyarakat. Tingkat kedalaman kemiskinan pun juga berpariatif, sehingga pendekatan penyelesaianya tidak sama.

Sementara pola pikir, karakter dan budaya merupakan tangan besar mengurusi orang miskin.

Tapi jika jika dilakukan secara sistematis dan konsisten akan bisa melepaskan masyarakat dari jeratan kemiskinan. (*)

Komentar

Gagasan lainnya

<p>Hari Tani Nasional dan Prakarsa Desa<p> Senin, 24-09-2018 15:38 WIB

Hari Tani Nasional dan Prakarsa Desa

oleh: Indra Sakti Lubis
Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)
<p>Makanan dalam Konteks Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar<p> Kamis, 07-06-2018 23:10 WIB

Makanan dalam Konteks Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar

oleh: Iqbal Tarigan
Menteri Komunikasi & Informasi BEM KM Unand
<p>Kisah Keluarga Ibrahim dan Imran<p> Rabu, 23-05-2018 14:48 WIB

Kisah Keluarga Ibrahim dan Imran

oleh: Irsyad Syafar
Pendidik di PIAR
<p>Kisah dan 'Ibrah<p> Jumat, 18-05-2018 01:17 WIB

Kisah dan 'Ibrah

oleh: Irsyad Syafar
Pendidik di PIAR