MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2018-05-25 17:21 WIB

Amnasmen Terpilih Kembali jadi Ketua KPU Sumbar

<p>Amnasmen Terpilih Kembali jadi Ketua KPU Sumbar<p>

VALORAnews - Amnasmen terpilih kembali sebagai Ketua KPU Sumbar periode 2018-2023. Selain itu, Amnasmen yang jadi ketua untuk periode kedua kalinya...

Home » Gagasan

Cadar Bukan Barang Haram

Selasa, 2018-03-13 | 17:28 WIB | 472 klik
<p>Cadar Bukan Barang Haram<p>

Muhammad Busra

Imam FPI Sumatera Barat

Apakah sudah benar alasan pelarangan dosen dan mahasiswi memakai cadar di Fakultas Tarbiyah karena memakai cadar adalah melanggar disiplin berpakaian?

Apakah peraturan larangan memakai cadar bagi dosen dan mahasiswi itu, peraturan turunan dari pusat (Depag/Diknas) atau peraturan itu dari instansi intern IAIN Bukittinggi saja? Atau cuma di Fakultas Tarbiyah IAIN Bukittinggi saja?

Dijawab atau tidak pertanyaan itu, saya ingin lebih dalam lagi mempertanyakan, apa salahnya memakai cadar?


Apakah cadar itu sebuah pelanggaran moral dan kesusilaan? Apakah dapat menyebabkan kerugian ekonomi, politik dan budaya bagi masyarakat?

Saya tegaskan, tidak merugikan siapa atau apapun juga.

Hukum benarnya memakai cadar, bisa saya pertanggungjawabkan. Karena, ulama berbeda pendapat memakai cadar bagi muslimah dewasa, hanya berputar antara Mustahab (Sunnah) dan Wajib.

Artinya, cadar bukan barang haram.

Jika dianggap memakai cadar mengganggu proses belajar mengajar, ini juga tidak bisa diterima akal sehat. Karena, proses belajar mengajar tanpa melihat wajah mahasiswi atau tanpa melihat wajah dosen, tetap bisa dilakukan.

Untuk belajar Bahasa Inggris tanpa melihat gerak bibir, dengan mendengarkan tape recorder, tetap bisa dan biasa dilaksanakan di labor-labor bahasa. Jadi alasan 'tidak dapat melihat gerak bibir,' ini sama sekali alasan yang tidak logis.

Saya tidak akan menjelaskan lagi masalah hukum memakai cadar, karena menurut agama saya hukumnya sudah finish.

Sekarang, coba analisis menurut logika saja. Bukankah cadar itu tak beda dengan perhiasan lainnya seperti gelang, anting dan lainnya yang dibutuhkan perempuan, untuk menunjukan identitasnya?

Di samping itu, memakai cadar adalah bagian dari hak individu manusia untuk berekspresi yang tidak boleh diganggu.

Kaum intelektual mestinya memahami kaidah kebebasan demikian, agar dapat bertindak secara bijaksana. Dalam konteks ini saya ingin bertanya, kenapa lembaga intelektual jadi terkesan sudah tidak intelek lagi. Ada apa?

Sebagai bangsa yang berdaulat, kita diberi kedaulatan untuk menggunakan hak-hak individu selama nyata-nyata tidak menimbulkan mudharat. Seharusnya, hak-hak individu tidak dibatasi sepanjang tidak menimbulkan kerusakan yang dapat dibuktikan secara empiris.

Kalau hanya dikira-kira saja atau dilihat dari satu sudut saja, tentu akan selalu terjadi keriuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Atas argumentasi di atas, kami meminta Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Bukittinggi agar tidak memberangus kebebasan individu yang tidak merusak, untuk tujuan-tujuan yang tidak dapat dipahami masyarakat.

Kami mendesak, agar larangan bercadar di lingkungan kampus Fakultas Tarbiyah IAIN Bukittinggi segera dicabut.

Sekiranya desakan ini tidak diindahkan, kami sebagai representasi umat Islam akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Karena, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Bukittinggi telah melakukan perbuatan yang menimbulkan keresahan dan perpecahan. (*)

Komentar

Gagasan lainnya

<p>Kisah Keluarga Ibrahim dan Imran<p> Rabu, 23-05-2018 14:48 WIB

Kisah Keluarga Ibrahim dan Imran

oleh: Irsyad Syafar
Pendidik di PIAR
<p>Kisah dan 'Ibrah<p> Jumat, 18-05-2018 01:17 WIB

Kisah dan 'Ibrah

oleh: Irsyad Syafar
Pendidik di PIAR
<p>Kemana Haluan Pak Gubernur Irwan?<p> Selasa, 01-05-2018 18:17 WIB

Kemana Haluan Pak Gubernur Irwan?

oleh: Faldo Maldini
Inisiator Gerakan #KamiHaluan
<p>Merancang Pemberdayaan dalam Bingkai UU Desa<p> Sabtu, 24-03-2018 12:35 WIB

Merancang Pemberdayaan dalam Bingkai UU Desa

oleh: Yos Nofrizal
TA-PMD Kabupaten Agam