MITRA VALORA NEWS

Nasrul Abit Nilai Chatib Sulaiman Pantas jadi Pahlawan Nasional

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 19-01-2019 | 19:49 WIB | 731 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Nasrul Abit Nilai Chatib Sulaiman Pantas jadi Pahlawan Nasional<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit foto bersama dengan keluarga Chatib Sulaiman dan para pemakalah pada seminar nasional oleh Yayasan Khatib Sulaiman dalam bedah buku sekaligus menyiapkan pengusulan pejuang kemerdekaan Chatib Sulaiman jadi pahlawan nasional, Sabtu (19/1/2019), di Ruang Dilo Telkom Witel Padang. (humas)

VALORAnews - Perjuangan sosok Khatib Sulaiman di masa perjuangan, saat ini pantas diapresiasi sebagai pahlawan nasional. Jika ditelusuri sejarah, sosok Chatib Sulaiman telah membuktikan kecintaannya akan kemerdekaan Indonesia, dalam perjuangan PDRI pada 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949 yang dipimpin Presiden PDRI, Syafruddin Prawiranegara.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit pada Seminar Nasional oleh Yayasan Khatib Sulaiman dalam bedah buku sekaligus menyiapkan pengusulan pejuang kemerdekaan Khatib Sulaiman jadi pahlawan nasional, Sabtu (19/1/2019), di Ruang Dilo Telkom Witel Padang.

"Khatib Sulaiman gugur saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan dipercayainya Khatib Sulaiman sebagai Ketua Markas Pertahanan Rakyat Daerah dalam struktur PDRI," terang Nasrul Abit.


Hadir dalam seminar tersebut Wakil gubernur Sumbar, Wakil Bupati Limapuluh Kota, keluarga dari Khatib Sulaiman, Asvi Warman Adam (sejarawan dan peneliti dari LIPI), Wannofri Samry (Ketua MSI Sumbar) dan Amril Amir (Ketua DHD 45 Sumbar).

Dikatakan, Belanda melakukan penyerangan di Nagari Situjuah, Lima Puluh Kota, Sumbar, sehingga ada 69 pejuang yang gugur dalam peristiwa tersebut, termasuk salah satunya Khatib Sulaiman.

"Kita semua berharap, semangat perjuangan sosok pemuda Khatib Sulaiman dapat dihargai jadi pahlawan nasional, bukan hanya sekadar nama jalan saja seperti saat ini,"harap Nasrul Abit.

Selanjutnya, dia juga menegaskan, seminar ini mesti merumuskan adanya langkah-langkah yang bisa memperjuangkan kisah heroik semangat pejuang Khatib Sulaiman jadi pahlawan nasional.

"Kita berharap, Khatib Sulaiman diputuskan secara resmi oleh negara menjadi pahlawan nasional, bagian dari semangat juang bela negara yang telah ditetapkan bangsa ini," harap Nasrul Abit.

Ketua Ketua Yayasan Khatib Sulaiman, Sudarman Khatib Datuak Babangso mengatakan, seminar nasional merupakan kegiatan dari Yayasan Khatib Sulaiman, yang salah satunya mengenang 70 tahun gugurnya Khatib Sulaiman pada 15 Januari 1949, bersama 68 pejuang kemerdekaan lainnya, yang dikenal dengan Peristiwa Situjuah.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Khatib Sulaiman, Sudarman Khatib Datuak Babangso juga menambahkan peristiwa Situjuah adalah mata rantai yang tak bisa dipisahkan dengan eksistensi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949 di Sumatera Tengah.

Semua ini bagian dari penghormatan kepada perjuangan Khatib Sulaiman, beberapa ruas jalan utama di berbagai kota diberi nama jalan seperti di Kota Padang, namun dalam penulisannya perlu diluruskan yang selama ini 'Khatib Sulaiman' diganti dengan 'Chatib Sulaiman'.

Salah satu tujuan seminar ini adalah mengingatkan kembali kepada generasi muda akan sejarah perjuangan kemerdekaan Chatib Sulaiman dan menjadikan Chatib Sulaiman sebagai pahlawan nasional, serta bedah buku tentang Chatib Sulaiman. "Ada dua buku tentang Chatib Sulaiman," harap Sudarman.

Sudarman juga mengatakan, adapun buku yang akan dibedah yaitu buku Berjuang dan Gugur untuk review Kemerdekaan Indonesia karya Hikmat Israr dibedah Hasril Chaniago (Wartawan dan peminat Sejarah) serta buku karya Fikrul Hanif Sufyan berjudul Sang Republiken (Biografi Chatib Sulaiman 1924-1949) dianalisis Mestika Zed (Guru Besar Sejarah UNP).

"Seminar ini bertaraf nasional, yang nantinya akan membicarakan dan sekaligus melengkapi persyaratan pengajuan pejuang kemerdekaan Chatib Sulaiman sebagai pahlawan nasional," terang Sudarman. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar