MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2020-08-06 19:53 WIB

Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting

<p>Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting<p>

VALORAnews - Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria menilai, stunting bisa ditekan melalui gerakan bersama. Tapi, jangan pernah sekali-kali...

KPU Sumbar Sosialisasikan Perbedaan Pemilu 2019 ke Tokoh Adat Rao

AI Mangindo Kayo | Kamis, 21-02-2019 | 17:15 WIB | 391 klik | Kab. Pasaman
<p>KPU Sumbar Sosialisasikan Perbedaan Pemilu 2019 ke Tokoh Adat Rao<p>

Anggota KPU Sumbar, Gebril Daulai menerakan seputar pemilu 2019 pada masyarakat dan tokoh adat Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman serta makan Bajamba di Kantor Camat Rao, Kamis (21/2/2019). (romel/humas kpu sumbar)

VALORAnews -- Upaya meningkatkan partisipasi pemilih, KPU Sumbar mengajak masyarakat dan tokoh adat dalam sosialisasi pendidikan pemilih di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman serta makan Bajamba di Kantor Camat Rao, Kamis (21/2/2019).

Sosialisasi pendidikan pemilih dihadiri anggota KPU Sumbar, Gebril Daulai serta Ninik Mamak, Bundo Kanduang dan Relawan Demokrasi KPU Pasaman dengan pergelaran seni seperti tari pasambahan, silat dan penampilan seni lainya.

Gebril Daulai mengatakan, peranan tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam menyukseskan Pemilu sangat penting dalam menjaga dan menyaring informasi pemilu.


"Tokoh Adat dan masyarakat memiliki peran penting dalam pencegahan penyebaran berita hoaks dan isu SARA di tengah masyarakat. Pemuka masyarakat harus bisa melakukan penyaringan informasi sebelum sampai ke tengah masyarakat," harap Gebril Daulai.

Dalam masyarakat Ninik mamak dan tokoh masyarakat didahulukan selangkah ditinggikan seranting karena ninik mamak biasanya didengar dan diikuti oleh anak kemanakanya.

"Tentu apa yang disampaikan oleh ninik mamak akan diterima oleh kemanakan, makanya perlu adanya pengecekan atas informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat luas," terang Gebril yang juga Putra kelahiran Rao, Pasaman.

Gebril menambahkan, Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 ini berbeda dengan pemilu sebelumnya. Karena, pemilihan pasangan Presiden Wakil Presiden dan DPR, DPRD dan DPD secara serentak.

"Sangat perlu dilaksanakan pendidikan pemilih kepada ninik mamak, agar informasi tentang Pemilu itu bisa disampaiakan secara benar dan tepat kepada masyarakat," lanjut Gebril Daulai.

Dikatakan, di Tempat Pemilihan Suara (TPS) nantinya masyarakat akan menerima lima jenis surat suara yaitu DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPRRI, DPD RI dan Pasangan Presiden.

Gebril mengingatkan pemerintah dari tingkatan paling tinggi hingga yang terendah di nagari,m untuk menjaga netralitas serta tidak melakukan sesuatu yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta Pemilu 2019 mendatang. Ia juga menghimbau masyarakat untuk mencegah terjadinya politik uang.

"Netralitas TNI/Polri, kami juga meminta kepada aparat keamanan untuk bersama-sama menciptakan pemilu langsung, umum, bebar, rahasia jujur dan adil. Karena Pemilu merupakan Sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang," katanya.

Gebril juga menyosialisasikan bagaimana cara melakuan pemilihan saat di TPS, serta menjelaskan tentang informasi yang terdapat dalam surat suara.

Dimana surat suara tersebut ada perbedaan warna dari setiap jenis surat suara tersebut, untuk surat suara legislatif nantinya hanya akan ada nomor urut dan nama partai, namor urut caleg dan nama caleg. Sementara kertas suara DPD dan Presiden nantinya juga dilengkapi dengan foto.

Sementara, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Rao, Datuk Rang Kayo Besar mengatakan pendidikan politik terhadap tokoh adat ini sangat penting, agar bisa melanjutkan informasi tersebut kepada masyarakat luas.

"Banyak yang perlu kami ketahui tentang sosialisasi pemilu, agar tidak ada informasi yang salah sampai kepada anak kemanakan kami di bawah," katanya Datuk Rang Kayo Besar

Selaku pimpinan adat, mereka juga akan mengajak anak kemanakannya untuk menyalurkan hak pilihnya dan menyaring informasi yang didapatkanya, agar berita hoaks dan sara tidak ditelan mentah-mentah oleh masyarakat. Dimana itu akan menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.

"Walaupun berbeda pilihan, tentu itu tidak akan menjadi perpecahan. Karena pemilu itu harus berjalan dengan lancar dan aman," tuturnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar