MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2020-05-30 20:50 WIB

Belasan Pengemis dan Pengamen Diamankan Satpol PP

<p>Belasan Pengemis dan Pengamen Diamankan Satpol PP<p>

VALORAnews - Kasatpol PP Padang, Alfiadi menjelaskan, tujuh orang pengamen dan delapan orang pengemis, diamankan pasukan penegak Perda yang tengah...

Sambangi Urang Awak di Wamena, Wagub: Jangan Ada Provokasi

AI Mangindo Kayo | Minggu, 29-09-2019 | 21:16 WIB | 184 klik | Nasional
<p>Sambangi Urang Awak di Wamena, Wagub: Jangan Ada Provokasi<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit berdialog dengan pihak terkait menyikapi kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, saat berkunjung ke kawasan yang tengah dirundung konflik itu, Ahad (29/9/2019). (humas)

VALORAnews - Sebagian masyarakat Minang yang ada tanah perantauan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, minta difasilitasi untuk pulang ke kampung halaman sementara waktu. Ada juga perantau yang ingin ke Jayapura untuk menenangkan diri. Namun, sebagian lagi ada yang ingin bertahan di daerah yang baru saja mengalami konflik yang berujung jatuhnya korban jiwa.

Perantau yang ingin tinggal, sudah menganggap Wamena adalah kampung sendiri. Karena, sebagian perantau itu ada yang lahir dan besar di Wamena. Keinginan itu juga difasilitasi dengan permintaan Wagub Sumbar, Nasrul Abit, pada aparat setempat untuk menjaga kenyamanan dan kemanan mereka di situ.

"Para perantau yang masih ingin tinggal di Wamena mengharapkan kepada kita, untuk mengkoordinasikan dengan Pemprov dan Pemkab setempat, terkait keamanan dan kedamaian. Itu kita lakukan," kata Nasrul Abit.


Terlepas dari itu, Nasrul Abit meminta kepada semua pihak untuk tetap menjaga suasana dan saling dapat menyejukkan suasana. Jangan saling memprovokasi, baik itu secara langsung maupun melalui media sosial.

"Jika ada yang memprovokasi, maka hal itu dapat memicu konflik yang lebih luas lagi baik di Papua, maupun di Sumatera Barat atau daerah lain di Indonesia," terangnya.

Warga di Sumatera Barat, juga diminta tidak terprovokasi dengan kejadian ini sehingga tetap menjaga keamanan dan kenyamanan warga Papua di Sumatera Barat.

"Saya harap, semua masyarakat dapat menjaga kondisi ini tetap kondusif. Jangan menghangatkan suasana agar konflik tidak meluas," harap Nasrul Abit. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar