MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2020-08-06 19:53 WIB

Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting

<p>Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting<p>

VALORAnews - Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria menilai, stunting bisa ditekan melalui gerakan bersama. Tapi, jangan pernah sekali-kali...

Batang Suliti Solsel Mendesak untuk Dinormalisasi

AI Mangindo Kayo | Jumat, 13-12-2019 | 17:46 WIB | 424 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Batang Suliti Solsel Mendesak untuk Dinormalisasi<p>

Dinding tebing yang terban akibat diterjang banjir di Solsel. (humas)

VALORAnews - Untuk mengantisipasi banjir yang terus terjadi berulang-ulang, baik Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, Wakil Ketua DPRD Armen Syahjohan, dan Ketua LKAAM Solsel, Noviar Dt Rajo Endah, senada menyampaikan harapannya agar segera dilakukan normalisasi khususnya pada Batang Suliti.

Harapan ini disampaikan dalam dialog Kepala BNPB, Letnan Jenderal Doni Monardo bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, alim ulama, bundo kanduang, masyarakat, dan OPD di Masjid Alam Surambi Sungai Pagu, Jumat (13/12/2019).

Diatakan, normalisasi tersebut sudah merupakan kebutuhan yang mendesak dikarenakan seringnya Batang Suliti meluap hingga merendam perkampungan warga setiap musim hujan terjadi.


"Kami berharap, agar memberikan diberikan bantuan pembangunan cek dam seiliran Batang Suliti. Kasihan masyarakat yang berada di seiliran batang Suliti. Termasuk daerah Kampung Tarandam," kata Muzni.

Ia juga mengatakan, Batang Suliti yang melintasi Pasir Talang juga sudah mengancam pemukiman penduduk yang berada disana, sehingga dibutuhkan perhatian dari pemerintah pusat.

Senada, Armen Syahjohan juga berharap hal sama. Ia berharap kepada Kepala BNPB, dapat menyampaikan aspirasi masyarakat di Solsel terkait normalisasi Batang Suliti tersebut, dimana usulannnya sudah disampaikan langsung oleh Bupati bersama pihak Balai Sungai ke pusat

Batang Suliti tersebut, menurut Armen, menyebabkan banjir di beberapa titik, termasuk di Kampung Tarandam. Ia berharap agar nama "Kampung Tarandam", suatu saat tinggal sebuah kenangan dengan adanya penanganan banjir tersebut.

Menanggapi itu, Doni Monardo mengatakan, pihaknya akan segera membentuk tim gabungan, baik Kementerian PU&PR, Pertanian, LHK, dan unsur lainnya, untuk melakukan penelitian ke lapangan, termasuk melakukan pengecekan ke hulunya.

"Hasilnya itu yang akan kita tindaklanjuti untuk penanganan lebih lanjut," terangnya.

Ia menambahkan, yang terpenting sekarang adalah mencari solusi terbaik. Salah satunya adalah dengan merubah perilaku, kesadaran kolektif untuk mau menjaga ekosistem.

"Kalau perilaku ini tidak diperbaiki, akan terus muncul berbagai kerusakan. Kejadian bencana ini juga akibat ulah manusia juga. Kita jaga alam dan alam jaga kita," ucapnya

Menurutnya, untuk mengubah perilaku tersebut adalah kewenangan kita semua. Bukan hanya pemerintah, tapi juga tunggu tigo sajarangan yang ada di Ranah Minang

"Mari bersama-sama berkolaborasi untuk menyelamatkan lingkungan kita. Jangan biarkan alam kita terganggu," imbaunya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, disamping meninjau lokasi banjir serta muara pertemuan Batang Suliti dan Batang Bangko di Kampung Tarandam.

Doni juga memberikan bantuan kepada Pemkab Solok Selatan sebesar Rp500 Juta untuk dipergunakan dalam masa tanggap darurat hingga 19 Desember mendatang. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar