MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2020-06-30 16:21 WIB

Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah

<p>Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi membagikan 200 keranjang belanja atau tas guna ulang, ke pengunjung Pasar Alai, Selasa (30/6/2020). Saat...

Gempabumi Tektonik 6,4 SR Guncang Kota Sinabang

AI Mangindo Kayo | Selasa, 07-01-2020 | 14:37 WIB | 180 klik | Nasional
<p>Gempabumi Tektonik 6,4 SR Guncang Kota Sinabang<p>

Ilustrasi.

VALORAnews - Gempabumi tektonik berkekuatan 6,4 skala richter (pemutakhiran jadi Mw=6,1 WR-red), Selasa (7/1/2020) pukul 13.05 WIB mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera. Gempabumi dangkal ini akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia di Barat Sumatera.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (Thrust Fault). Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.3 LU dan 96.32 BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 19 km arah Selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh pada kedalaman 20 km," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima beberapa saat lalu.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di Simeulue IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Tapak Tuan, Singkil, Nias Utara & Gunung Sitoli III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).


Kemudian, di Kota Medan II-III MMI, Nias Barat & Meulaboh II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," terangnya.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 13.45 WIB, monitoring BMKG menunjukkan ada 1 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,3 SR.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," harap dia.

Rahmat juga mengimbau, masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Kemudian, memeriksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali kedalam rumah. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar